LEMBATA, HN – Tiga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank NTT Cabang Lewoleba resmi masuk etalase NTT Mart by Dekranasda Lembata. Produk tersebut yakni Kopi Baleo, Jagung Titi Baleo, dan Abon Ikan Tuna Irama.
Produk itu dipasarkan pasca peluncuran NTT Mart yang dilakukan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Kamis 5 Februari 2025.
Masuknya produk UMKM lokal ke NTT Mart merupakan kesiapan pelaku usaha Lembata dalam memenuhi standar kualitas, kontinuitas produksi, dan akses pasar yang lebih luas.
Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba Egbert Balukh mengatakan, penguatan UMKM tidak hanya bertumpu pada pembiayaan, tetapi juga pembangunan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“Pendampingan Bank NTT diarahkan agar UMKM mampu berproduksi secara berkelanjutan, memiliki kemasan layak pasar, serta terhubung dengan jaringan distribusi,” kata Egbert.
Sebagai bentuk dukungan, Bank NTT Cabang Lewoleba menyalurkan Kredit Mikro Kecil POPELA masing-masing sebesar Rp 10 juta kepada dua pelaku UMKM binaan.
Kredit POPELA merupakan skema pembiayaan khusus UMKM di NTT dengan plafon pinjaman Rp 5 juta hingga Rp 100 juta dan tenor hingga lima tahun, untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha.
Pengajuan Kredit POPELA dapat dilakukan secara mudah, termasuk melalui aplikasi B’Pung Mobile Bank NTT.
Skema ini diharapkan mendorong UMKM naik kelas dari usaha subsisten menjadi usaha produktif dan berdaya saing.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menilai kehadiran NTT Mart sebagai langkah memperbaiki struktur ekonomi daerah, khususnya pada aspek hilirisasi produk.
“Selama ini produk berhenti di desa karena tidak ada kepastian pasar. NTT Mart menjawab persoalan itu,” ujar Kanis Tuaq.
Ia mencontohkan Jagung Titi Baleo yang kini telah dipasarkan ke Kupang dan Jakarta, serta tengah diuji coba menembus pasar Hongkong melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk Bank NTT.
Pemerintah Kabupaten Lembata membangun sistem produksi terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan UMKM.
Dinas Pertanian menjamin ketersediaan bahan baku, Dinas Pemberdayaan Perempuan mengelola proses pengolahan, Dinas Koperindag, Dekranasda, dan Bank NTT memperkuat pengemasan dan pemasaran.
“Bank NTT berperan penting di hilir, bukan hanya pembiayaan tetapi juga memastikan produk desa punya akses pasar,” tegas Kanis Tuaq.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turut membeli sejumlah produk UMKM binaan Bank NTT. Aksi itu dinilai sebagai dukungan terhadap penguatan ekonomi daerah berbasis UMKM.***

