Gubernur NTT: Orang Adonara di Kupang Punya Energi Besar 

KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa diaspora Adonara memiliki potensi dan energi luar biasa untuk terus menghadirkan karya-karya nyata yang bermanfaat bagi tanah kelahiran (Lewotana Adonara), Kota Kupang, maupun Provinsi NTT secara keseluruhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Adonara (IKA) Kota Kupang. Dalam kesempatan tersebut, Emanuel Melkiades Laka Lena menyoroti rekam jejak historis dan kultural masyarakat Adonara yang dikenal sebagai bangsa perantau tangguh lintas provinsi hingga mancanegara.

“Orang Adonara itu terus menghadirkan karya yang bermanfaat bagi Lewotana Adonara dan NTT. Di mana-mana ada orang Adonara. Energi orang Adonara itu sangat besar, lahir dari migrasi kultural yang telah berlangsung ratusan tahun, jauh sebelum bangsa ini merdeka,” ungkap Melki Laka Lena.

BACA JUGA:  Simak Jadwal Kapal Ferry di NTT Bulan April 2023

Hapus Stigma “Pulau Pembunuh” dan Menjadi Penyatu Luka

Gubernur NTT juga menyentuh sisi historis dan dinamika sosial Adonara yang kerap diwarnai perselisihan atau konflik pertanahan. Menurutnya, konflik-konflik lokal tersebut selama ini membentuk kesan atau persepsi publik yang seolah-olah menakutkan. Bahkan, catatan antropolog Eropa di masa lalu sempat memberi julukan stigmatif sebagai “pulau pembunuh”.

Melki Laka Lena menegaskan bahwa stigma sejarah tersebut harus dibantah dan dibuktikan sebaliknya oleh generasi diaspora saat ini.

“Tulisan antropolog Eropa yang menyebutkan Adonara sebagai pulau pembunuh itu harus dibantah dengan cara menunjukkan bahwa Adonara adalah pulau yang damai. Orang Adonara lahir dari tanah yang sama dan darah yang sama. Keberadaan diaspora Adonara di Kupang harus menjadi penyatu luka serta terus mengumandangkan pesan-pesan perdamaian,” tegas Gubernur.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Pimpinan Ziarah ke TMP Dharmaloka Peringati HUT ke-61 Partai Golkar

Ia menambahkan, Adonara kini terus didorong untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah NTT. Selain itu, warga diaspora Adonara juga memiliki peran sangat dominan dan strategis dalam mengurus pergerakan serta pergeseran masyarakat di kawasan perbatasan antarnegara, seperti batas Indonesia–Malaysia dan Indonesia–Singapura, di samping kontribusi yang tersebar luas di berbagai sektor pembangunan NTT.

Apresiasi Pemkot Kupang dan Sinergi Pembangunan

Sinergi dan kolaborasi juga digaungkan oleh Wali Kota Kupang, Christian Widodo. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat diaspora Adonara untuk berjalan bersama dan mengambil peran aktif dalam mendukung percepatan pembangunan di Kota Kupang.

“Masyarakat diaspora Adonara memiliki potensi besar yang tersebar di berbagai lini. Kami mengajak seluruh warga Adonara di Kota Kupang untuk berjalan bersama mendukung pembangunan, baik di jajaran birokrasi, panggung politik, dunia bisnis, sektor pendidikan, maupun dalam gerakan-gerakan kemanusiaan,” ujar Christian Widodo.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Minta Perbankan Perluas Penyaluran KUR untuk UMKM

Penguatan Peran Ikatan Keluarga Adonara (IKA)

Sementara itu, Ketua IKA Kota Kupang menjelaskan bahwa organisasi ini berdiri sejak tahun 1974 sebagai wadah resmi untuk menyatukan dan mempererat tali silaturahmi seluruh diaspora Adonara di Kota Kupang, yang saat ini diperkirakan berjumlah kurang lebih 12.000 jiwa.

Ketua IKA Marius Samon Ago mengajak seluruh anggota agar senantiasa bergotong-royong, saling mendukung satu sama lain, serta menjadikan organisasi ini sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan demi kesejahteraan bersama.***

error: Content is protected !!