KUPANG, HN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka dengan menyiapkan lahan seluas 2 hektar untuk pengembangan sektor pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jumihar Bachtiar Sinurat menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Komisi II DPRD Kota Kupang dan Dinas Pertanian Kota Kupang untuk meminta dukungan dan bantuan.
“Kami Rutan Kupang, Rabu kemarin sudah bertemu Komisi II DPRD Kota Kupang dan Dinas Pertanian untuk meminta bantuan dan dukungan terkait apa yang sudah disampaikan presiden tentang Asta Cita dan juga 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya program ketahanan pangan,” ujar Sinurat, Senin 2 Februari 2026.
Menurut dia, DPRD dan Dinas Pertanian Kota Kupang menyambut baik rencana itu, dan akan membantu dengan menyiapkan bibit tanaman hingga alat berat untuk mengolah lahan sebelum digunakan.
“Kami sudah sampaikan ke DPRD dan Dinas Pertanian. Mereka mendukung, baik itu bibit dan alat berat, yang pada intinya lahan batu karang ini bisa menjadi lahan pertanian yang produktif,” jelasnya.
Sinurat mengakui lahan yang dimiliki Rutan Kupang saat ini masih didominasi batu karang, sehingga belum dapat dikelola secara optimal.
Karena itu, kata dia, pihaknya berharap adanya bantuan alat berat (eksa) untuk membersihkan dan mencungkil batu-batu besar di lokasi tersebut.
“Lahan kita di sini kurang lebih 2 hektar. Kami belum bisa kelola dengan baik karena batunya luar biasa. Tapi kami sudah sampaikan ke Komisi II DPRD Kota Kupang, harapannya bisa diberikan eksa supaya kita bisa lakukan kegiatan ketahanan pangan di Rutan Kupang,” ungkapnya.
Dia menegaskan, keberhasilan program ketahanan pangan di lingkungan Rutan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat kota maupun provinsi.
“Kalau tidak ada dukungan dari jajaran pimpinan kita, baik di tingkat Kota Kupang maupun Provinsi NTT, maka ketahanan pangan ini tidak bisa berjalan,” tegasnya.
Adapun jenis tanaman yang direncanakan akan dikembangkan di lahan Rutan Kelas IIB Kupang antara lain pakcoy (pitchai), kangkung, sawi, terong, labu, pepaya, pisang, dan sejumlah komoditas hortikultura lainnya.
“Karena Asta Cita Presiden itu mengharuskan kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat,” ungkap Sinurat.
Ke depan, kata dia, hasil pertanian dari Rutan Kupang rencananya akan dipasarkan ke masyarakat dan vendor, sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.***

