Melki Laka Lena Optimistis KDKMP Bantu Ekonomi Warga Desa di NTT

KUPANG, HN – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena optimistis program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu mendongkrak ekonomi warga desa di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Melki mengatakan itu usai mengikuti peluncuran nasional operasional 1.061 KDKMP yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu, 16 Mei 2026.

“Untuk NTT sudah ada 72 KDKMP yang siap dioperasikan. Saat ini juga sudah ada 72 gerai yang selesai 100 persen dan diperkirakan akhir Juli nanti bisa mencapai 200 sampai 300 gerai,” ujar Melki.

BACA JUGA:  ASN NTT Retret di Unhan Belu Habiskan Rp1 Miliar, BKD: Kritik Publik Jadi Bahan Evaluasi

Peluncuran nasional KDKMP dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di NTT, kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, dan Bupati Kupang Yosef Lede.

Presiden RI Prabowo Subianto menyebut keberadaan KDKMP sebagai bentuk penguatan ekonomi nasional, terutama untuk memperbaiki distribusi pangan dan akses pembiayaan masyarakat desa.

BACA JUGA:  Tim Perempuan Melki-Johni Serap Aspirasi Komunitas Pemulung di Kota Kupang

“Hari ini penting. Kita membangun dan mengoperasionalkan 1.061 KDKMP dengan gudang, sistem logistik, kendaraan operasional, dan petugasnya dalam waktu kurang dari satu tahun,” ujar Prabowo.

Menurut dia, koperasi desa akan membantu petani mengatasi persoalan pupuk, modal, dan distribusi hasil panen. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 20 ribu hingga 30 ribu koperasi desa rampung pada Agustus 2026.

BACA JUGA:  Momen Tiga Paslon Pilkada Menari Bersama Usai Deklarasi Damai di KPU NTT

Melki mengatakan pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota di NTT kini mempercepat pembangunan gerai KDKMP. Kabupaten Timor Tengah Utara menjadi daerah dengan jumlah gerai terbanyak, yakni 39 unit.

Dia berharap koperasi desa dapat memperkuat distribusi kebutuhan pokok, memperluas akses pembiayaan usaha rakyat, serta memperlancar pemasaran hasil pertanian masyarakat di NTT.***

error: Content is protected !!