KUPANG, HN – Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang secara resmi mengundang Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk menghadiri acara Syukuran Tahun Baru Diaspora Manggarai Kupang yang akan digelar di Hotel Cahaya Bapa, Sabtu 31 Januari 2026.
Undangan itu disampaikan langsung oleh rombongan IKMR yang dipimpin Ketua IKMR Kupang, Anton Ali, saat bertemu Gubernur Melki di Rumah Jabatan, Sabtu 10 Januari 2026.
Rombongan juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Manggarai Raya, di antaranya Prof. Frans Salesman, Alo Sukardan, Prof. Dami Adar, dr. Lon Tat, Dr. Jhon Sariono, Matheus Dasal, Ferdy Lehot, Bene Tuluk.
Hadir juga Vinsen Aben, Paskalis Angkur, Dr. Stanis Man, Kos Cekarus, Dami Rani, Don Janggu, serta dua tokoh muda IKMR, Hendra Jasmin dan Juan Pesau.
Undangan kepada Gubernur NTT disampaikan secara adat melalui prosesi tuak kepok, yang dilakukan oleh tokoh IKMR, Matheus Dasal.
Prosesi adat khas Manggarai ini merupakan penghormatan sekaligus undangan lisan yang sarat makna budaya agar Gubernur Melki Laka Lena berkenan hadir dalam acara syukuran tersbut.
Ketua panitia Syukuran Tahun Baru Diaspora Manggarai Kupang, dr. Lon Tat, menyampaikan harapannya agar Gubernur Melki dapat meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan dukungan moral kepada masyarakat Manggarai yang bermukim di Kota Kupang.
“Kehadiran Gubernur tentu menjadi kebanggaan dan semangat bagi diaspora Manggarai di Kupang,” ujar dr. Lon Tat.
Ketua IKMR Kupang Anton Ali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Melki Laka Lena yang telah menerima kehadiran keluarga besar Manggarai Raya dengan penuh keterbukaan dan kehangatan.
Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan identitas budaya, para tokoh IKMR juga mengenakan kain songke dan songkok khas Manggarai kepada Gubernur Melki.
Prosesi itu menjadi simbol persaudaraan, penghargaan, serta komitmen menjaga nilai-nilai budaya Manggarai di tanah rantau.
Sedangkan Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersedia untuk menghadiri acara Tahun Baru Diaspora Manggarai Kupang.
“Pada prinsipnya saya siap untuk hadir, jika tidak ada panggilan yang bersifat mendadak, baik itu dari presiden Prabowo dan Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia,” ungkap Melki kepada wartawan usai bertemu IKMR Kupang.***

