Melki Laka Lena Dukung Living Lab Politani Kupang Jadi Model Inovasi Desa di NTT

KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang), Johanis A. Jermias bersama tim, Jumat 25 Juli 2025.

Pertemuan itu membahas sejumlah program, termasuk riset kolaboratif terkait adaptasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan pangan.

Salah satu inisiatif utama adalah Living Lab yang menjadi wadah sinergi antar akademisi, pemerintah, swasta, dan masyarakat, bekerja sama dengan BRIN.

Direktur Politani Kupang, Johanis Jermias menjelaskan, program Living Lab saat ini difokuskan di Desa Silu, Kabupaten Kupang atau daerah lain dengan prevalensi stunting cukup tinggi.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Tetapkan Target PAD 2025 Sebesar Rp2,8 Triliun

“Kami sudah jalankan programnya, tapi kami butuh dukungan Pemprov agar berjalan optimal dan selaras dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem,” kata Johanis.

Johanis memaparkan kerja sama internasional dengan Politeknik Jiangsu, China. Skema yang ditawarkan berupa joint degree 1+2, di mana mahasiswa belajar 1 tahun di Kupang dan 2 tahun di Tiongkok.

BACA JUGA:  Seluruh ASN Tidak Diwajibkan Berkantor Jam 5:30 Pagi

“Tahun lalu 9 mahasiswa sudah kami kirim. Tahun ini, 7 mahasiswa akan berangkat lagi September. Ini bagian dari peningkatan kualitas SDM NTT,” ujarnya.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menyebut pendekatan inovatif dan riset berbasis masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan gizi buruk dan kemiskinan.

“Stunting itu tidak hanya soal gizi, tapi juga soal lingkungan. Maka air bersih, kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan harus menjadi kampanye bersama,” jelas Melki.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Diangkat Jadi Anak Molo, Delapan Usif Siap Menangkan Melki- Johni di TTS

Ia berharap Desa Silu di Kabupaten Kupang menjadi proyek percontohan atau pilot project dan dapat direplikasi ke desa-desa lain di NTT.

Dia menyebut kerja sama antara Politani Kupang dan China. Menurutnya, kolaborasi itu menjadi jembatan bagi generasi muda NTT untuk belajar dan mengadopsi teknologi pertanian terkini dari Tiongkok.

“Ini langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan dan daya saing daerah,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!