KUPANG, HN – Klub sepak bola Perse Ende tegas menolak tampil di ajang El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV tahun 2025 yang rencananya digelar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur bulan Oktober 2025 nanti.
Penolakan ini merupakan respons atas keputusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTT yang membatalkan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah turnamen Liga IV El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV.
Padahal, penetapan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah ETMC telah disepakati melalui kongres Asprov PSSI NTT sebelumnya.
Namun, pembatalan tersebut hanya dilakukan lewat rapat pengurus tanpa melibatkan forum kongres. Langkah ini memicu dugaan adanya skenario tersembunyi di internal pengurus PSSI NTT.
Manajer Perse Ende, Mikhael Tani Badeoda, menyesali keputusan sepihak Asprov. Ia menilai, langkah Asprov bukan hanya tidak sportif, tapi juga bentuk penghinaan terhadap Pemerintah Kabupaten Ende dan masyarakat pecinta sepak bola Ende.
“Saya pastikan tidak akan bawa tim Perse berlaga di Kupang. Keputusan sepihak Asprov PSSI NTT ini bentuk penghinaan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende. Begini jadinya kalau urusan sepak bola diduga kuat sudah dipolitisasi.” tegas Mikhael dilansir Kelimutu Pos, Jumat 25 Juli 2025.
Menurut Mikhael, alasan yang digunakan Asprov terkait efisiensi anggaran sangat tidak berdasar. Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Pemkab Ende yang menyatakan mundur dari status tuan rumah.
Bahkan, kata Mikhael, Bupati Ende telah menyampaikan komitmen dan mengalokasikan anggaran untuk menyambut turnamen ETMC XXXIV di Ende.
“Surat resmi dari Pemkab Ende untuk menjadi tuan rumah sudah ada. Tidak pernah ada pembatalan. Jadi, alasan efisiensi anggaran itu hanya dalih. Asprov tidak punya hak mencampuri urusan fiskal pemerintah,” tegasnya.
Mikhael menyampaikan permohonan maaf kepada suporter setia Perse Ende, khususnya kelompok Red Boys yang selama ini mendukung penuh tim Laskar Kelimutu.
“Saya minta maaf kepada suporter. Keputusan ini saya ambil demi menjaga harga diri masyarakat Ende. Perse tidak akan berlaga di Kupang untuk ETMC XXXIV,” tegasnya.
Mikhael menambahkan, keputusan Asprov telah membatalkan seluruh agenda kerja yang sudah disusun Pemkab Ende, termasuk persiapan teknis dan promosi pariwisata daerah yang dikaitkan dengan turnamen tersebut.***

