KUPANG, HN – Gubernur NTT, Melki Laka Lena meminta proyek pembangunan Pembakit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Pulau Flores dan Lembata tidak boleh abaikan kepentingan warga lokal.
Laka Lena mengatakan itu saat membuka Rapat Koordinasi Penyampaian Laporan Pelaksanaan Uji Petik Satgas PLTP Flores dan Lembata di Hotel Harper Kupang, Jumat 4 Juli 2025.
Rakor ini bertujuan untuk mendengarlaporan hasil kerja dari Satgas Penyelesaian Masalah PTLP yang telah bekerja di lapangan untuk melakukan uji petik.
Satgas mengkonfirmasi berbagai isu dan informasi tentang pengembangan enam proyek Pembakit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Flores dan Lembata.
Menurut Melki, panas bumi merupakan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang punya banyak keunggulan, seperti
energi bersih, suistanable, ramah lingkungan dan ekonomis, jika dibanding sumber EBT lainnya seperti, air, angin dan tenaga surya.
“Sebagai energi hijau, pemanfaatan energi panas bumi tentu merupakan solusi terbaik dalam menjawab ketergantungan terhadap sumber energi fosil dan mendukung tercapainya Net Zero Emition,” ujar Melki.
Melki menyadari ada dinamika di lapangan yang menjadi sorotan dari berbagai pihak agar Pemerintah Pusat, Pemda dan pihak pengembang PLTP dapat memberi perhatian dan penanganan komprehensif terhadap isu sosial dan lingkungan.
“Jadi kita sudah bentuk Satgas yang melibatkan berbagai pihak dari berbagai latar belakang sehingga publik bisa mendapatkan gambaran utuh terkait pembangunan PLTP yang sudah dan sedang dikembangkan di Flores dan Lembata,” ungkapnya.
Mantan Anggota Komisi IX DPR RI ini berharap Satgas bisa menyampaikan temuannya secara objektif dan transparan soal proyek pembangunan PLTP di Flores dan Lembata.
Untuk pihak pengembang PLTP, Melki mengingatkan agar apa yang menjadi catatan dari temuan Satgas wajib dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan.
“Sampaikan apa adanya soal temuan di PLTP Flores dan Lembata. Catatan dari pertemuan ini untuk perusahaan supaya bisa diperbaiki,” tegasnya.
Soal kendala di lapangan yang disebabkan oleh proyek Geothermal, Melki Laka Lena berharap sedapat mungkin dicarikan solusi sehingga tidak mengorbankan hak-hak masyarakat.
Berdasarkan temuan tim Satgas soal masalah PLTP,.Gubernur Melki menyebut akan mengadakan dialog lanjutan untuk menyempurnakan hasil temuan tersebut.
“Ini bukan yang terakhir, dan yang kurang-kurang tadi, kita sempurnakan sehingga nanti pada saat kita ambil kesimpulan akhir betul-betul mendekati sempurna,” ungkapnya.
Pro kontra soal Geothermal, kata Melki harus diupayakan jalan tengah untuk menjembatani aneka perbedaan perspektif dari masing-masing pihak.
“Yang tidak boleh hilang dari proses pro kontra ini adalah terus berdialog. Masing-masing punya argumentasi, punya data, punya analisa, punya perspektif dan nanti setelah dialog kita sudah maksimal, kita mesti ambil keputusan yang mudah-mudahan bisa menjembatani perbedaan itu,” pungkas Melki.
Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma menyebut Pemerintah Provinsi NTT, sejalan dengan visinya senantiasa berupaya untuk menyejahterahkan rakyat NTT.
“Berbagai kekurangan yang timbul dalam proyek Geothermal ini akan selalu dicarikan solusi terbaiknya oleh pemerintah sehingga tidak mengorbankan masyarakat,” ungkapnya.***

