NTT Punya 1.149 Megawatt Panas Bumi, Terbesar di Flores dan Lembata, Baru Digarap 20 MW

KUPANG, HN – Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan potensi panas bumi yang sangat besar, mencapai 1.149 Megawatt (MW).

Namun, saat ini yang baru dimanfaatkan hanya 20,50 Megawatt (MW), atau kurang 2 persen dari total potensi yang tersedia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI bahkan menetapkan Flores sebagai Pulau Panas Bumi Nasional.

Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM Nomor: 2268 K / 30 / MEM / 2017 tertanggal 19 Juni 2017. Hal itu Karena besarnya potensi energi panas bumi yang ada di Pulau Flores, yakni sekitar 820 MW.

BACA JUGA:  Proyek Geothermal di NTT Tuai Pro-Kontra, Gubernur Melki: Jika Tidak Aman, Lebih Baik Dihentikan

Pulau Flores menjadi pusat perhatian nasional dalam proyek pengembangan panas bumi. Hal serupa juga berlaku untuk Lembata dengan potensi panas bumi yang belum tergarap maksimal.

Pemerintah Provinsi NTT kini tengah mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Flores dan Lembata.

BACA JUGA:  REI NTT Sambut Baik Program Tiga Juta Rumah Prabowo untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Langkah ini untuk mempercepat transisi energi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus mendukung target Net Zero Emission.

Berikut daftar lengkap Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang tersebar di beberapa kabupaten di NTT beserta estimasi kapasitasnya:

1. WKP Ulumbu – Kabupaten Manggarai: 112,5 MW

BACA JUGA:  Kebanggaan Ganjar jadi Anak Polisi

2. WKP Mataloko – Kabupaten Ngada: 75 MW

3. WKP Oka Ile Ange – Kabupaten Flores Timur: 50 MW

4. WKP Sokoria – Kabupaten Ende: 196 MW

5. WKP Atadei – Kabupaten Lembata: 40 MW

6. WKP Gunung Sirung – Kabupaten Alor: 152 MW

7. WKP Wae Sano – Kabupaten Manggarai Barat: 50 MW

8. WKP Nage – Kabupaten Ngada: 40 MW

error: Content is protected !!