KUPANG, HN – Partai Golkar NTT menyoroti penyalahgunaan aplikasi MiChat yang disebut semakin marak digunakan, dan kini jadi sarang prostitusi online di Kota Kupang. Fenomena ini dinilai turut mendorong meningkatnya kekerasan seksual berbasis digital di Nusa Tenggara Timur.
Pernyataan ini disampaikan Sekretaris DPD I Golkar NTT, Libi Sinlaeloe, dalam talkshow bertajuk “Perempuan NTT Terlindungi dari Ancaman Negatif Media Digital” yang digelar KPPG NTT, Minggu, 5 Mei 2025.
“Tren saat ini adalah kekerasan seksual berbasis digital. Misalnya yang terjadi lewat aplikasi MiChat. Ini banyak sekali terjadi di Kupang,” kata Libi Sinlaeloe.
Menurut dia, berdasarkan data, 75 persen narapidana di Lembaga Pemasyarakatan merupakan pelaku kekerasan seksual.
Karena itu, kegiatan talkshow ini digelar untuk memberikan edukasi kepada kaum perempuan agar lebih waspada terhadap ancaman digital.
“Talkshow ini bertujuan mengedukasi perempuan supaya lebih waspada, sehingga kasus kekerasan seksual bisa diminimalkan,” jelasnya.
Sementara itu, akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Maria Via Dolorosa Pabhaswan, menyebut fungsi MiChat seharusnya hanya sebagai aplikasi pesan singkat, namun kini kerap disalahgunakan untuk tindak asusila.
“Contohnya seperti kasus yang baru-baru ini terjadi di Kota Kupang. Ada pengguna MiChat yang menyebar foto orang lain tanpa izin, dan kemudian menjadi viral,” ungkap Maria.***

