SABU RAIJUA, HN – PT Nataga Raihau Industri atau NRI memiliki target untuk bisa mengelola 100 hektar lahan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2024 mendatang.
Direktur PT Nataga Raihau Industri, Danny de Mita mengatakan, saat ini pihaknya hanya mengelola 7 hektar tambak garam di Sabu Raijua.
Menurutnya, PT NRI berencana pada Juli 2023 ini sudah 30 ha tambak garam di Sabu yang dikelola, dan pada tahun ini juga sudah bisa mengelola 50 ha tambak garam, ditambah 50 ha lagi setelah musim hujan. Sehingga total 100 ha tambak garam yang dikelola tahun 2024.
“Rencananya tahun ini 50 ha, dan setelah musim hujan 50 ha lagi. Jadi total 100 ha yang akan dikelola tahun depan,” ujar Danni de Mita, Minggu 25 Juni 2023.
Investasi PT NRI, kata dia, bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di Sabu Raijua. Dimana setiap ha tambak garam akan dikerjakan oleh 10 tenaga kerja.
“Sehinga jika ada 100 ha, maka ada sekitar seribu pekerja di tambak garam PT NRI,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, PT NRI telah pekerjakan sebanyak 70 orang di 7 ha tambak garam. Mereka juga sudah dilengkapi dengan baju kerja PT NRI. Tidak hanya itu, para pekerja juga diberi BPJS ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan.
“Jadi mereka sekarang sudah menjadi karyawan PT NRI yang digaji setiap bulan. Walaupun saat musim hujan,” katanya.
Dia berharap investasi PT NRI di Sabu Raijua ini bisa berkolabirasi dengan Pemerintah daerah (Pemda). “Saya mau bersilaturahmi ke Pemda,” pungkasnya.
Mitra PT NRI, Marthen Dira Tome, mengatakan, PT Nataga Raihau Industri (NRI) sudah mengirimkan 36 ton dari 48 ton garam Nataga dari Sabu Raijua ke Kupang untuk memenuhi kebutuhan garam di wilayah NTT.
“Hari ini PT NRI sudah kirim 36 ton garam Nataga ke Kupang, sisanya akan dikirim lagi besok, sehingga total 48 ton,” kata Marthen Dira Tome.
Menurutnya garam yang dikirim merupakan hasil panen PT NRI di lahan tambak garam seluas satu hektar (Ha) di Desa Ledeana, Kabupaten Sabu Raijua.***

