JAKARTA, HN – Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional, Prof. Dr. Zudan Arif Farkulloh, SH, MH mengajak seluruh ASN untuk membanding produk atau pekerjaan yang gesit, ramah, dan pelayanan publik yang prima.
Hal itu disampaikan Prof Zudan saat mengikuti webinar yang diselenggarakan DP Korpri Nasional dengan mengusung tema ‘Rebanding Korpri melalui Media’, Selasa 23 Mei 2023.
Selain Prof Zudan yang hadir sebagai keyonote speech, webinar yang digelar secara virtual ini menghadirkan juga 2 orang narasumber, diantaranya Yuswohady selaku Pakar Bisnis dan Pemasaran.
Selain itu ada Elba Damhuri, selaku Jurnalis Senior Republika, serta Ferdinandus Setu sebagai moderator dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Ketum Korpri, Prof Zudan yang tampil sebagai keynote speech, mengajak seluruh ASN memanfaatkan webinar itu secara baik.
Menurutnya, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang ada di daerah maupun di pusat memiliki produk atau pekerjaan yang dikerjakan setiap hari.
Sehingga, kata dia, sebagai penyelenggara pemerintahan, produk-produk itu harus di branding, agar ekonomi dan pelayanan publik dari daerah sampai pusat dapat terbranding dengan baik,
“Agar pada hilirnya akan membangun branding ASN yang gesit, ASN yang ramah dan ASN yang memberikan pelayanan publik dengan prima dan seterusnya,” ujar Prof Zudan.
Pakar Bisnis dan Pemasaran, Yuswohady, selaku narasumber pertama menjelaskan, di era digitalisasi, sangat gampang melakukan branding, yaitu melalui media sosial (medsos).
Menurutnya, ASN atau institusi pemerintah tidak beda dengan branding bisa dipakai untuk produk, bisa dipakai untuk perusahaan, institusi, kota dan negara, bahkan untuk orang.
“Dalam hal Korpri, branding dapat dilihat dari sisi institusinya, yaitu Korprinnya, juga bisa dari sisi ASNnya. Branding adalah mengulang-ulang atau tidak bosan,” jelas Yuswohady.
Dia menjelaskan, membentuk branding yang paling simpel adalah melalui media sosial. Namun itu dibagi menjadi tiga, diantaranya Why, What, dan How.
“Pertama Why, Rebranding matters, dalam rebranding ada yang lama dan baru jadi harus mencari hal baru, kedua What, Element of Personal Branding, adalah pilih elemen branding yang mau dimasukkan ke otak publik, harus dilakukan terus-terusan, berulang-ulang dan konsisten, dan ketiga How, Social Media Branding, apa yang mau diomongkan dan memakai sosial media apa,” ungkapnya.
Sedangkan Jurnalis Elba Damhuri, selaku narasumber kedua mengatakan secara gamblang terkait teknik menulis yang baik.
Menurut Elba, salah satu teknik yang paling efektif dalam branding adalah menulis, karena bisa memperkuat branding dan merubah personal identity serta memperkuat arah sebuah institusi.
Menulis, kata Elba sama dengan belajar bahasa Indonesia, teknik dasarnya adalah S+P+O+K, semua karya tulis basis dasarnya adalah Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan.
“Kalau ingin menulis sesuatu, bisa disederhanakan dengan rumus SPOK ini,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman, kata dia, hal yang paling sulit dilakukan dalam hal menulis adalah menulis kalimat pertama dan membuat judul.
“Tetapi ketika sudah terbiasa menulis dengan SPOK ini hal tersebut tidak lagi menjadi sulit. Kalimat pertama menjadi kunci, harus ditulis menarik agar pembaca tertarik membaca kalimat berikutnya,” tandasnya.***

