KUPANG, HN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Timur beberapa hari terakhir.
Cuaca ekstrem yang melanda NTT disebabkan adanya pertumbuhan Bibit Siklon 98S yang berdampak tidak langsung terhadap cuaca di NTT, berupa adanya peningkatan gelombang tinggi di beberapa titik wilayah laut.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi mengatakan, saat ini terpantau bibit siklon 98S di Laut Timor sebelah barat Saumlaki dengan kecepatan angin maksimum 30 knot.
“Dan diperkirakan bibit siklon akan tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24-36 jam ke depan dalam kategori tinggi,” ujar Agung dilansir dari Antara, Minggu 9 April 2023.
Kondisi itu, kata dia, berdampak tidak langsung terhadap cuaca di NTT berupa peningkatan tinggi gelombang, antara lain gelombang kategori sedang (1,25-2,5 meter) di perairan utara Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Sumba, Laut Sawu bagian utara, Selat Alor-Pantar, perairan Kupang-Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote.
Gelombang kategori tinggi (2,5-3 meter) berpeluang terjadi di Laut Sawu bagian selatan dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote. Sedangkan gelombang kategori sangat tinggi (4-5 meter) berpeluang terjadi di Saumdera Hindia selatan Sumba-Sabu.
Agung mengimbau warga agar mewaspadai potensi peningkatan ketinggian gelombang, tersebut karena beresiko tinggi terhadap pelayaran seperti gelombang sedang beresiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang.
Selain itu gelombang tinggi beresiko tinggi terhadap pelayaran kapal feri dan gelombang sangat tinggi beresiko tinggi terhadap kapal berukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar.
“Waspadai juga arah dan kecepatan angin bertiup dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 10-35 knot,” katanya.***

