Gubernur Viktor Ajak Mapala UCB Kupang Kembangkan Tanaman Bambu

Bambu (Foto: Pixabay)

KUPANG, HN – Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang diminta untuk turut serta mengembangkan tanaman bambu, demi memulihkan lahan kritis di Provinsi NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, selain untuk memulihkan lahan kritis, tanaman bambu juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk masyarakat.

“Tanaman bambu ini mampu menampung dan menyimpan  5.000 liter air, sehingga bisa menjadi ekositem untuk tanaman ekonomis lainnya seperti kelor, porang dan sorgum,” ujar Gubernur Viktor, Senin 3 April 2023.

Menurutnya, bambu merupakan tanaman masa depan dunia, karena memiliki manfaat yang sangat banyak. Seperti untuk membuat bangunan jadi kokoh, untuk papan dan biomassa.

Selain itu, kata dia, arang bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai pengganti batu bara untuk pembangkit listrik, buat sepeda, dan masih banyak manfaat lainnya.

“Tanam dan rawat juga tidak susah. Bambu Flores merupakan salah satu jenis bambu terbaik di Indonesia, dan banyak dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di calon Ibu Kota Negara (IKN),” ungkapnya.

BACA JUGA:  Alasan Dirut Bank NTT Tak Hadiri RDP dengan Komisi III DPRD NTT

Dia menjelaskan, NTT saat ini sudah memiliki kampus bambu di Ngada, dibawah asuhan Yayasan Bambu Lestari, dan sudah dikunjungi langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Jadi di kampus ini akan dikenalkan secara komperhensif tentang bambu dari hulu sampai ke hilirnya,” ungkap politisi Partai NasDem ini.

Selain bambu, Gubernur Viktor juga meminta komitmen para anggota Mapala UCB Kupang untuk menjaga dan merawat pohon yang ditanam hingga bisa tumbuh secara mandiri.

Ia menerangkan, sejauh ini sudah banyak kelompok di NTT dan Indonesia yang melakukan gerakan tanam pohon untuk melestarikan alam, namun hanya sebagian kecil pohon yang ditanam itu tumbuh.

“Jadi saya harap Mapala ini punya komitmen untuk tanam, serta memastikan pohon itu tumbuh. Harus mampu jadi ibu bagi pohon yang ditanam,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Gubernur dan Wakil Gubernur Tinjau Budidaya Lobster di Mulut Seribu

Gubernur Viktor menegaskan, gerakan cinta alam bukan sekedar bagian dari tugas dan kegiatan ekstrakurikuler di  kampus, tapi harus menjadi panggilan hati.

“Mengurus alam itu harus dengan cinta. Tidak boleh takut panas, hujan, dan angin. Bangun jaringan supaya ada yang laporkan tentang pertumbuhan pohon yang ditanam,” jelasnya.

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini kemudian mengajak anggota Mapala untuk memperluas pengetahuan, bahwa menanam pohon bukan saja untuk atasi masalah lingkungan, tapi juga harus mendatangkan nilai ekonomis untuk diri dan masyarakat.

“Sekarang ada istilah kredit karbon. Silahkan pelajari dari berbagai sumber, sehingga gerakan menanam pohon tidak hanya bertujuan untuk memulihkan lingkungan tapi juga memiliki manfaat ekonomis. Jadi perspektif harus banyak dalam gerakan cinta alam ini,” pungkasnya.

Ketua Mapala UCB, Godelfridus Maulaku melaporkan hasil kegiatan penghijauan yang sudah dilakukan di Desa Uitiuhtuan, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang pada 24-26 Maret lalu.

BACA JUGA:  Kejati NTT Serahkan Aset Milik Pemkab Mabar Senilai Rp1,3 Triliun

Menurtnya, dengan dukungan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Benain Noelmina (BPDAS Benain Noelmina), Garda Maritim dan Pemerintah Provinsi NTT, Mapala UCB membawa 2000 bibit pohon dengan rincian 1000 bibit pohon Bakau, 500 bibit pohon Jambu Kristal, 250 bibit pohon Merbau dan 250 bibit pohon Trembesi. 

“Agenda jangka panjang kami adalah sejuta pohon untuk NTT sebagai bentuk kepedulian kami untuk menyikapi isu perubahan iklim,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk memperluas  kegiatan serupa di wilayah Sabu, Rote, Sumba dan Flores, serta melakukan pengawasan dan perawatan agar pohon – pohon yang ditanam bisa tumbuh.

“Sehingga kami tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah provinsi untuk berbagai kegiatan ini,” pungkas Godelfridus.***

error: Content is protected !!