George Hadjoh, Akamsi Nunhila Menuju Kursi Wali Kota Kupang

George Hadjoh (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Beberapa hari kemarin tiba-tiba ponsel saya berdering. Kebetulan saya lagi nongkrong di kantin Off The Record Kompleks DPRD NTT tempat para wartawan Desk Polkam  berkumpul setiap hari. Kebetulan beberapa teman lagi sibuk di “Bursa Efek” sore itu sekira pukul 16.00 lewat sedikit. Rekan rekan yang tidak sibuk di Bursa Efek, bercerita sambil ngopi sore.  Saya pun menengok ponsel saya. Oh PJ Walikota Kupang memanggil.

Saya pun menerima panggilan itu dengan gestur sopan sekali. Rupanya saya belum sempat rename nomor itu menjadi Kadispora Provinsi NTT. Di ujung sana suara khas Gerorge Hadjoh terdengar. “Hallo Selamat sore Ama. Apa kabar?,” Tanya George ringan. Saya pun menjawabnya sapaan itu sesuai template. “Siap, Selamat Sore Bapa Kadis” ujar saya.

“Ama Ingat  datang e hari Sabtu saya mau daftar di PKB  Kota Kupang sekitar jam empat sore,” katanya. Saya pun mengiyakan undangan itu. Sebelum menutup Telepon,  Tak lupa ia mengingatkan saya untuk hadir.

Pada hari Sabtu (27/4/2024) Penjabat Wali Kota Kupang periode 2022-2024 itu bersama Tim nya kompak menggunakan pakaian adat mendaftar di Sekretariat DPC PKB Kota Kupang. Dengan Pakaian adat Alor ia menenteng ayam Jago berwarna merah didampingi Tim Penghubung, Jefry Tapobali, rekan saya di dunia jurnalistik. Semula saya mengira George Hadjoh mendaftar bersama Calon Wakilnya.  Sore itu Jefry tampil apik dan necis layaknya pejabat. Saya kira beliau Calon Wakilnya dari ketika berjalan kaki ke Sekretariat PKB Kota Kupang. Hehehe, intermeso.

Usai mendaftar, George dihadapan Pengurus PKB, Relawan dan tim ia mengatakan dirinya Sudah terbiasa dengan kerja keras dan tulus dalam sepanjang kariernya sebagai abdi  rakyat dan abdi Negara.

BACA JUGA:  Ketua IKMR Ajak Masyarakat Dukung Polri Ciptakan Pemilu Damai 2024

“Saya sudah terbiasa kerja keras dan kerja tulus tanpa memikirkan apa yang saya dapat. Karena Saya punya keinginan bahwa setiap kerja yang kita bangun untuk urus masyarakat maka yang urus kita adalah Tuhan Allah,” ujarnya.

Kata kata itu sontak  mengingatkan saya, siapa George pada belasan tahun yang lalu. Saya mengenalinya ketika Ia masih pegawai kantor Bappeda provinsi NTT (Bapelitbangda, saat ini). Ketika itu saya baru beberapa tahun menjadi wartawan di Desk Polkam. Perawakannya sederhana, santai tapi penuh kewaspadaan. Kerap kali saya melihatnya ketika memakai baju ASN nya ia melepas salah satu kancing atas nya.  Perangai nya pun sangat sopan sekali. Namun ketika Bekerja ia adalah sosok yang sangat bertanggung jawab.

Apa Ia ungkapkan sore itu memang adalah cerminan dirinya ketika merintis kariernya dari paling bawah. Bekerja keras tidak banyak berisik.  Kerja ikhlas dan kerja tulus yang menjadi prinsip hidupnya telah mengantarnya menjadi Pejabat  di Lingkup Pemprov NTT dan  Penjabat Walikota Kupang.

Sebagai mantan atlit, Ia memang terbiasa sangat disiplin. Hal itu ditunjukkan ketika menjadi Pejabat. Kami mengenalinya kala itu Sebagai orang dekat Esthon Foenay, Mantan Wakil Gubernur NTT. Pertemanan saya dengan George tidak terlalu akrab namun ketika berpapasan pasti ia menyapa saya dahulu. Suatu waktu saya terlihat perdebatan keras dengan salah satu pegawai di Bappeda sekitar tahun 2008 Silam. Mungkin soal pembayaran langganan tabloid kala itu. Saya mencak mencak dan pegawai itu pun juga melakukan hal yang sama. Tiba tiba ia lewat dan berdiri dan melihat kami bertengkar. Saya pun menurunkan tone suara saya. Saya tahu George adalah Atlit Kempo. Jika jiwa korsa nya muncul, saya pasti selesai, hehehehe. Ia hanya melihat kami sambil tersenyum. Masalah pun akhirnya terselesaikan.

BACA JUGA:  Bertarung di Pilkada Lembata, Gabriel Suku Kotan Resmi Daftarkan Diri ke Partai Demokrat

Beberapa tahun kemudian, kami jarang berpapasan di sekitar kantor Gubernur NTT. apalagi waktu itu Esthon Foenay berpisah dari Almarhum Frans Leburaya dan memutuskan maju sebagai calon Gubernur NTT.

Sukses Pilgub 2018 mengantarkan  Viktor Laiskodat Menjadi Gubernur NTT. Sebagai wartawan Desk Polkam saya sering meliput di Kantor Gubernur NTT dan Kantor DPRD NTT. Ketika menjadi Plt Biro Umum kami pun kembali sering berpapasan Ketika hendak meliput di Kantor Gubernur NTT. Ia tetap menjadi George yang saya kenal Ketika masih menjadi pegawai biasa puluhan tahun lalu. Tidak menampakan  diri sebagai pejabat yang kaku Ketika bertemu Di lapangan. Geroge sangat jauh dari kesan itu.

Beberapa lama kemudian ia dilantik menjadi kepala Biro Umum Setda provinsi NTT. Dengan tanggung jawabnya ia menata  lingkungan Kantor Gubernur NTT menjadi asri. Ia banyak melakukan banyak penataan. Sesuai prinsipnya, Bekerja keras dan tulus maka Tuhan Allah akan mengurus kita. Tidak beberapa lama ia Ditunjukkan menjadi Penjabat Walikota Kupang pada tahun 2022. Ia mengemban  amanah selama satu Tahun.

Selama menjadi Penjabat Wali Kota Kupang, Ia konsen berperang melawan sampah. Ia menggerakan ASN menjadi tombak utama Untuk mengatasi sampah di kota Kupang. Banyak kritikan dari semua elemen di Kota Kupang terkait kiprahnya sebagai Walikota Kupang. Jiwa petarungnya tak membuat nya keder semua kritikan itu. Ia tetap Bekerja sebagaimana ia berpinsip. Kerja Keras dan Tulus.

BACA JUGA:  UKAW Kupang Buka Peluang Diskusi antara Mahasiswa dan Calon Anggota DPR RI

Kini George memantapkan diri menjadi Bakal Calon Wali Kota Kupang. Untuk mewujudkan itu, ia sudah mendaftar di semua Partai politik yang membuka pendaftaran. Tekad nya cuma satu menjadi Kota Kupang Maju. Tentu George tidak sekedar maju. Ia telah kenyang dengan pengalaman sebagai Birokrat dari tingkat paling bawah. Itu menjadi bekalnya untuk melakukan pembangunan di Kota Kupang. 

Karier Geroge  Hadjoh yaitu Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum Bappeda NTT 2008- 2012, kemudian Kepala Sub Bagian Program Data dan Evaluasi (PDE) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT 2013- 2016.

Pada tahun 2018 menjabat sebagai Kepala UPT Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT.

Selanjutnya pada tahun 2019 menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Keuangan Biro Umum Setda Provinsi NTT.

Pada tahun 2020 menjabat Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT dan di tahun 2021 merangkap menjadi Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.

Pada tahun 2022 dilantik Menjadi Penjabat Wali Kota Kupang. Tahun 2023 melepas Menjadi Penjabat Walikota Kupang, Ia kembali Menjadi Kepala Biro Umum Setda NTT. Pada Tahun 2024 Penjabat Gubernur NTT, Ayodia  Kalakhe  melantiknya menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT. (Elas Jawamara, Pemred NTTPedia.id).***

error: Content is protected !!