KUPANG, HN – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Provinsi Nusa Tenggara Timur bulan November 2024, jumlah politisi wanita terus meningkat.
Kehadiran kaum wanita di pentas politik 2024 diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dan keberanian, tetapi juga kualitas intelektual untuk bersaing dengan politisi pria.
Meski Pilkada 2024 terbilang masih lama, transaksi politik antar Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur tampak sudah dimulai.
Partisipasi aktif kaum wanita di gelanggang politik 2024 diharapkan tidak hanya terbatas pada pencalonan, tetapi juga melibatkan pendidikan politik bagi masyarakat, partai politik, dan organisasi perempuan di NTT.
Keterlibatan perempuan dimaksud yakni peningkatan kualitas yang meliputi kemampuan wawasan dan keberanian untuk tampil di muka umum.
Diperlukan juga pembelajaran dan pembenahan khusus, serta konsisten untuk memastikan kehadiran perempuan di ranah politik. Namun hal ini sangat bergantung pada motivasi dari para politisi perempuan NTT.
Hingga saat ini, ada lima sosok perempuan hebat NTT yang masuk bursa Calon Gubernur maupun Wakil Gubernur NTT untuk periode 2024-2029. Mereka adalah:
Emy Nomleni: Politisi perempuan, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, dan saat ini menjabat Ketua DPRD Provinsi NTT.
Julie Sutrisno Laiskodat: Legislator Partai NasDem, dikenal sebagai perempuan energik dan ramah, serta istri mantan Gubernur NTT Victor Laiskodat.
Inche Sayuna: Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar NTT.
Dewi Leba: Aktivis perempuan, tokoh muda NTT, jurnalis media nasional, seorang akademisi, namun belum terlibat aktif di partai politik.
Sarah Lerry Mboeik: Direktris Yayasan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT. (SI).***

