TAMBOLAKA, HN – Akademi Pariwisata (Akpar) Sumba mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Pulau Sumba dengan melaksanakan Matrikulasi Perdana bagi 205 mahasiswa baru pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting sekaligus menandai dimulainya perjalanan pendidikan generasi muda Sumba melalui perguruan tinggi vokasional yang secara khusus berfokus pada bidang pariwisata.
Direktur sekaligus Ketua Yayasan Akademi Pariwisata Sumba, Lambertus James Dima, S.S., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Matrikulasi perdana yang digelar itu menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, dunia pendidikan vokasi, serta memahami karakter pendidikan pariwisata yang akan mereka jalani.

Lambertus menjelaskan, perjalanan Akpar Sumba merupakan sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama antara kampus, mahasiswa, industri, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Mahasiswa baru tidak boleh hanya menjadi lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi menjadi generasi yang mampu menciptakan perubahan.
“Kita berharap perjalanan ini mampu membawa generasi muda Sumba mencetak berbagai prestasi dan menjadi pembuat sejarah atau History Maker yang memberikan dampak bagi komunitas serta membias ke berbagai aspek kehidupan,” kata Lambertus.
Menurut James, keberhasilan Akpar Sumba pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau lulusan yang dihasilkan, tetapi dari seberapa besar kontribusi para lulusan terhadap pembangunan daerah.
Sumba saat ini, kata James, telah menjadi salah satu destinasi wisata yang semakin dikenal dan diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan alam, kekayaan budaya, tradisi masyarakat, serta keunikan kehidupan sosial masyarakat Sumba menjadi kekuatan utama yang menjadikan pulau tersebut semakin diperhitungkan dalam peta pariwisata nasional maupun internasional.
“Menjadi salah satu pulau terbaik di dunia menjadikan Sumba semakin dikenal. Hal ini juga didukung oleh kondisi geografis Sumba yang memiliki pesona alam yang indah serta wisata budaya yang tidak kalah unik,” ujar Lambertus.
Lanjut Lambertus, perkembangan tersebut merupakan sebuah kebanggaan sekaligus peluang besar yang harus dijemput oleh masyarakat Sumba. Apabila dikelola secara profesional, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pertumbuhan pariwisata Sumba, kata James, juga terlihat dari semakin berkembangnya pembangunan hotel, resort, restoran, serta berbagai infrastruktur pendukung pariwisata yang tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Sumba.
Namun, pembangunan fisik dan pertumbuhan industri pariwisata tersebut, jelas Lambertus, belum cukup untuk menjamin keberlanjutan pariwisata tanpa diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.
“Kehadiran sejumlah resort dan peningkatan infrastruktur lainnya belum sepenuhnya menjamin kemajuan dan keberlanjutan pariwisata di Sumba jika tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusianya,” cetusnya.
Lebih lanjut James menuturkan, Akpar Sumba hadir sebagai salah satu jawaban terhadap kesenjangan antara pertumbuhan industri pariwisata dan kesiapan sumber daya manusia lokal.
Akpar Sumba tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah akademik, tetapi juga lulusan yang mempunyai keterampilan praktis, pengalaman industri, kemampuan manajerial, kreativitas, serta kemampuan membaca peluang di sektor pariwisata.
“Model pendidikan vokasional yang diterapkan memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia kerja. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik, proyek, pengalaman lapangan, serta kerja sama dengan industri pariwisata,” ungkapnya.
Salah satu kekuatan yang sedang dikembangkan adalah kerja sama internship dengan sejumlah hotel dan resort di Sumba maupun Bali. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami standar kerja industri sekaligus membangun kompetensi dan jejaring profesional sejak masih berada di bangku kuliah.
“Peluang pariwisata yang ada harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusianya. Salah satu profil lulusan perguruan tinggi ini adalah menyiapkan generasi Sumba yang mampu bersaing di industri pariwisata,” beber Lambertus.
Ia menambahkan, putra-putri daerah perlu didorong untuk mengambil posisi strategis dalam industri pariwisata, bukan hanya menjadi penonton dari perkembangan pariwisata di daerahnya sendiri.
“Generasi muda Sumba diharapkan mampu menjadi aktor penting, pengelola, profesional, entrepreneur, sekaligus garda terdepan pariwisata Sumba yang mampu membaca peluang dan menciptakan inovasi baru,” pungkasnya.
Sekedar tahu, Akpar Sumba merupakan perguruan tinggi pariwisata pertama yang berdiri di Pulau Sumba dan menjadi salah satu perguruan tinggi vokasi di Provinsi NTT. Kampus yang berdiri pada 15 April 2026 ini menyelenggarakan pendidikan Sarjana Terapan (DIV) dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri pariwisata.
Akpar Sumba juga menjadi satu-satunya kampus terapan pariwisata di Pulau Sumba yang secara khusus mempersiapkan generasi muda untuk terjun langsung ke dunia industri pariwisata.***

