KUPANG, HN – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Christa Jaya menambah modal dasar perusahaan dari Rp 40 miliar menjadi Rp 120 miliar. Keputusan itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar Kamis 21 Mei 2026.
Christa Jaya menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menunjukan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
Komisaris Utama (Komut) BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto menyebut pelaksanaan RUPS TB 2025, bersamaan dengan RUPS LB, di mana salah satu poinnya adalah menambah modal dasar menjadi Rp120 miliar.
“Hari ini, kita putuskan dalam RUPS untuk melakukan penambahan modal dari modal dasar yang sebelumnya Rp40 miliar, dinaikan menjadi Rp120 miliar. Langsung kita setor Rp30 miliar, dan Rp6 miliar modal cadangan umum,” kata Christofel Liyanto.
Ia menyampaikan, dalam 5 tahun ke depan, diharapkan BPR Christa Jaya bisa mencapai modal inti Rp120 miliar. Dengan penetapan modal dasar ini, maka BPR Christa Jaya jadi BPR dengan modal terbesar di NTT.
“Kita berharap, dalam beberapa tahun ke depan, kita terus setor modal yang diperoleh dari laba, dan BPR Christa Jaya adalah BPR dengan laba tertinggi di NTT,” tegasnya.
Untuk tahun buku 2025, BPR Christa Jaya berhasil mencatatkan laba Rp8,6 miliar. Jika dibandingkan tahun 2024, maka pada tahun tersebut, BPR Christa Jaya menempati peringkat 15 dari 1.500 BPR se-Indonesia, dengan kategori aset Rp250 miliar sampai Rp500 miliar.
“Itu track record prestasi nasional. Sehingga kemarin-kemarin jika ada masalah hukum di BPR Christa Jaya, dan ada yang mau tarik dana, berapapun itu kita bisa selesaikan,” jelasnya.
Christofel menegaskan, dengan track record yang baik, maka seluruh BPR di seluruh Indonesia memberikan kepercayaan penuh kepada BPR Christa Jaya.
“Termasuk teman-teman BPR di NTT yang menempatkan dana di kita, sehingga kita bisa bertahan di BPR dengan aset Rp250 sampai Rp500 miliar,” ungkapnya.
Dengan kinerja dan laba yang cemerlang di tahun 2025, maka BPR Christa Jaya optimis mendapatkan penghargaan dari Infobank.
“Sekarang Infobank sedang melakukan rating untuk penilaian kinerja dan menentukan BPR terbaik, dan itu objektif. Karena semua BPR punya laporan keuangan yang dipublikasikan lewat OJK. Dari dasar laporan keuangan yang dipublikasikan, dan diperiksa oleh akuntan serta OJK, maka laporan keuangan itu yang dipakai untuk menilai mana yang terbaik,” jelasnya.
Ia berharap, tahun 2026 BPR Christa Jaya bisa mendapatkan hasil yang baik. “Minimal bisa sama, atau lebih baik lagi. Bahwa ada masalah hukum, itu badai pasti berlalu. Dalam waktu dekat, kita akan adakan Customer Gathering, untuk mensosialisasikan kinerja BPR Christa Jaya. BPR Christa Jaya ini besar, tinggi, kuat. Walaupun kena angin kencang, tapi tetap kokoh,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPR Christa Jaya, Wilson Liyanto menambahkan, dalam RUPS, semua pemegang saham hadir. Selain kinerja, pihaknya juga membahas Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2026.
Ia menyampaikan, memasuki semester kedua tahun 2026, jajaran direksi, terus menggenjot kinerja, baik dari sisi dana pihak ketiga (DPK), tabungan, dan deposito, untuk meyakinkan masyarakat, bahwa BPR Christa Jaya terus bertumbuh dengan positif.
“Kami ingin meyakinkan masyarakat, bahwa BPR Christa Jaya adalah BPR yang sangat kuat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menempatkan dananya di BPR Christa Jaya,” ujar Wilson.
Dikatakannya, dari sisi aset, laba, dan permodalan, BPR Christa Jaya sangat kuat dan capaian ini, tidak terlepas dari kinerja seluruh staf BPR Christa Jaya.
“Tentu kami juga terus mendukung program-program pemerintah seperti MBG, dan teman-teman developer lainnya dalam membangun perumahan, dan itu salah satu faktor yang meningkatkan portofolio kredit kami,” jelasnya.
Pada tahun ini, Wilson menyatakan, pihaknya masih terus mendukung program pemerintah yakni MBG, dan menopang program perumahan rakyat.
“Portofolio kredit ini yang akan terus kita kembangkan, lewat kerja sama dengan teman-teman developer perumahan,” pungkas Wilson.***

