KUPANG, HN – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rangkaian kegiatan menyambut Hari Buruh atau May Day 2026.
Kegiatan itu diantaranya donor darah, turnamen tenis meja, dialog interaktif hingga diskusi bersama pekerja dan dunia usaha.

Kepala Disnakertrans NTT, Yosef Rasi, menyebut pemerintah harus memberikan perhatian kepada para pekerja karena May Day adalah momen penting bagi kaum buruh di seluruh dunia.
“Sebagai pemerintah kita harus memberikan perhatian kepada para pekerja. Ini hari baik mereka, sehingga pemerintah harus ikut ambil bagian,” ujar Yosef Rasi, Rabu 29 April 2026.
Dia menjelaskan, kegiatan pertama yang digelar adalah donor darah dengan melibatkan pekerja, serikat buruh, pengusaha, OPD hingga BUMN.
Disnakertrans menargetkan 150 peserta donor darah. Namun peserta harus melalui pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darah. “Kalau memenuhi syarat mereka boleh donor. Kalau tidak sehat, tidak bisa ikut donor,” jelasnya.
Selain donor darah, Disnakertrans juga membuka turnamen tenis meja yang diikuti 52 peserta. Pertandingan digelar selama dua hari, mulai 29 hingga 30 April 2026.
“Untuk hadiah bagi para pemenang akan diserahkan pada acara Diskusi Bareng yang berlangsung 1 Mei 2026 nanti,” jelasnya.
Yosef Rasi mengatakan, tanggal 30 April 2026, akan diselenggarakan juga dialog interaktif dengan menghadirkan Gubernur NTT Melki Laka Lena sebagai pembicara utama.
Sejumlah stakeholder juga dilibatkan, di antaranya Kapolda NTT, APINDO, SPSI, SBSI, BPJS dan BP3MI. Sedangkan peserta dialog berasal dari serikat pekerja, pelaku usaha, mahasiswa hingga organisasi kepemudaan (OKP).
“Supaya kita sama-sama bicara tentang masalah yang dirasakan pekerja, agar pemerintah bisa mengambil langkah menyelesaikan persoalan itu,” ungkapnya.
Pada 1 Mei 2026 atau puncak May Day, Disnakertrans turut menggelar Diskusi Bareng menyerap masukan dari pekerja, serikat buruh, pengusaha serta stakeholder lain seperti kepolisian, Pelindo dan KSOP.
Menurut Yosef Rasi, forum itu juga akan membahas gagasan Gubernur NTT Melki Laka Lena untuk mendorong pekerja yang terkena PHK agar bisa beralih menjadi pengusaha.
“Gubernur NTT Melki Laka Lena punya konsep bahwa buruh tidak hanya jadi pekerja, tapi juga bisa jadi pengusaha,” jelasnya.
Disnakertrans juga menyiapkan kegiatan Juper yang rencananya akan digelar tanggal 20 hingga 21 Mei 2026 mendatang.
Forum itu memberikan informasi syarat kerja serta peluang kerja di dalam maupun luar negeri agar masyarakat tidak berangkat secara ilegal.
“Jadi lewat forum itu mereka sudah bisa tahu. Artinya mereka harus siapkan syarat, juga mengetahui pasar kerjanya,” jelasnya.
Yosef menyebut saat ini terdapat permintaan tenaga kerja ke Kalimantan sebanyak 810 orang untuk sektor kelapa sawit, serta 710 orang asisten rumah tangga ke Jakarta.
Selain itu, peluang kerja di luar negeri seperti ke Jepang, Korea, China, serta Jerman dan Australia juga terbuka lebar.
Sehingga, forum diskusi itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur sehingga bisa kerja di luar negeri.
“Supaya relasi dapat, wawasan dan kehidupan mereka lebih baik, juga penghasilan lebih besar. Di Jerman, gaji untuk kesehatan dan Hospital sangat besar. Terutama kesehatan, gaji hingga Rp85 juta per bulan,” jelasnya.
“Jadi ini ada peluang besar di luar negeri ini banyak dari kita yang tidak tahu. Sehingga bagi saya forum itu sangat penting sekali,” tambah Yosef Rasi.
Dia menyebut forum itu penting dilakukan sehingga bisa mengurangi pekerja baik di dalam maupun luar negeri yang berangkat secara ilegal.
“Karena pada dasarnya mereka tidak tahu sehingga mereka cari jalan pintas untuk pergi bekerja. Kalau mereka tahu, pasti mereka mau pergi lewat jalur yang legal,” pungkasnya.***

