KUPANG, HN – KSP TLM Indonesia menyalurkan kredit sebesar Rp1,9 triliun kepada sekitar 293 ribu anggota sepanjang Tahun Buku 2025. Capaian itu disampaikan dalam Penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XV KSP TLM Indonesia di Jalan Palapa, Kota Kupang, Sabtu 25 Februari 2026.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut Nusa Tenggara Timur sebagai laboratorium terbaik pengembangan koperasi di Indonesia.
“Di NTT, koperasi bukan pilihan alternatif, tetapi kebutuhan dasar dan instrumen paling relevan untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Menurutnya, RAT bukan saja agenda tahunan, tetapi menjadi jantung kehidupan koperasi karena berfungsi menjaga akuntabilitas, memperkuat kepercayaan anggota, serta menentukan arah organisasi.
Melki menilai KSP TLM berhasil menunjukkan koperasi bisa tumbuh besar tanpa kehilangan jati diri. Ia menyebut koperasi bukan hanya lembaga keuangan, tetapi juga gerakan sosial yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Ia menyebut sejumlah tantangan koperasi, mulai dari kualitas koperasi yang belum merata, keterbatasan akses pembiayaan, kapasitas SDM dan tata kelola, hingga tuntutan digitalisasi.
Meski begitu, Melki optimistis koperasi di NTT memiliki peluang besar karena didukung budaya gotong royong, solidaritas, dan kepercayaan masyarakat yang tinggi.
Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengatakan penguatan koperasi menjadi bagian dari agenda besar nasional.
“Malam ini Bung Hatta tersenyum melihat kita semua. Ini membuktikan cita-cita pendiri republik masih hidup,” jelasnya.
Ferry mengapresiasi pertumbuhan KSP TLM yang kini memiliki aset mencapai Rp1,2 triliun. Menurutnya, capaian itu bisa menjadi inspirasi bagi koperasi lain di NTT maupun nasional.
Ia juga menyinggung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target 83 ribu unit di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Manajer Utama KSP TLM Indonesia Zesly N.W. Pah mengatakan aset koperasi ditargetkan naik menjadi Rp1,4 triliun.
Selama 16 tahun beroperasi, kata dia, KSP TLM fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro yang kini menjadi mayoritas anggota koperasi.
Penutupan RAT juga diramaikan workshop koperasi, pelatihan keuangan, pendampingan koperasi binaan, festival kuliner yang melibatkan 100 pelaku IKM, serta konser musik untuk masyarakat.***

