NTT Mart ke-14 Hadir di TTU, Melki Minta ASN Wajib Belanja Rp100 Ribu Tiap Bulan

TTU, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang dikelola Dekranasda TTU di Jalan Yos Sudarso, Kefamenanu, Jumat 23 Januari 2026.

NTT Mart TTU menjadi NTT Mart ke-14 yang diluncurkan Pemprov NTT sebagai pusat pemasaran terpadu produk UMKM lokal.

Peluncuran NTT Mart TTU dihadiri Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Wakil Bupati TTU Kamillus Elu, Ketua DPRD TTU Kristoforus Efi, Ketua Dekranasda TTU Ny. Yustina Taolin, serta jajaran pimpinan OPD provinsi dan kabupaten, pelaku UMKM, dan IKM.

Dalam sambutan, Gubernur Melki menyebut kehadiran NTT Mart sebagai momen untuk penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

BACA JUGA:  Melki Bawa Pesan Jokowi dan Prabowo: Pilkada Harus Jadi Pesta Rakyat

“TTU hari ini dapat dua rezeki besar, dikunjungi Menteri Pertahanan dan launching NTT Mart sebagai pusat pemasaran UMKM,” ujar Melki.

Melki menegaskan, Kabupaten TTU memiliki potensi besar UMKM, terutama sektor makanan-minuman, karya, kuliner, dan fashion. Penilaian tersebut, menurutnya, juga diperkuat oleh BPOM.

“Jadi Ini bukan klaim pribadi. BPOM menilai produk UMKM TTU unggul dari sisi mutu dan keamanan,” kata mantan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini.

Dia menjelaskan, NTT Mart dirancang untuk menjawab empat persoalan utama UMKM, yakni permodalan, pendampingan dan pelatihan, literasi keuangan, serta pasar dan pemasaran.

BACA JUGA:  Simpul Relawan Sikka Komit Menangkan Melki Laka Lena di Pilgub NTT

Dari sisi pembiayaan, Melki menyebut Bank NTT memiliki plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp1 triliun, ditambah dukungan dari BUMN lain, yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri.

“Uang KUR ini uang negara. Pemerintah daerah wajib memastikan penyalurannya tepat sasaran bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk aspek pemasaran, Melki mendorong ASN menjadi pasar tetap produk lokal. Ia meminta ASN berbelanja minimal Rp100 ribu per bulan di NTT Mart.

“Kalau ASN belanja Rp100 ribu per bulan, perputaran uangnya bisa ratusan juta rupiah. Ini langsung menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

Melki berharap NTT Mart terintegrasi dengan digitalisasi pemasaran agar produk UMKM TTU bisa diakses diaspora NTT di luar daerah hingga luar negeri.

BACA JUGA:  Melki-Johni Siapkan BPJS Gratis untuk 100 Ribu Pekerja Rentan di NTT

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan, NTT Mart menjadi solusi bagi pelaku UMKM lokal. Saat ini, NTT Mart TTU menampung lebih dari 1.000 item produk UMKM yang sebelumnya belum terdata secara menyeluruh.

“Sekarang semua produk UMKM TTU tersedia di satu tempat, dengan harga dan kualitas yang terstandar,” ujar Yosep.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Libing, menjelaskan NTT Mart TTU merupakan NTT Mart ke-14.

Sepanjang 2025, Pemprov NTT telah meluncurkan 11 NTT Mart, dan pada awal 2026 diperluas ke Sumba Timur, Sumba Tengah, TTU, dan Malaka.***

error: Content is protected !!