KUPANG, HN – Ketua DPRD NTT, Emilia Julia Nomleni, mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam seluruh proses pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut dia, momen Hari Ibu bukan sekedar perayaan simbolik, tetapi pengingat sejarah perjuangan perempuan Indonesia.
“Pertama, selamat Hari Ibu untuk semua perempuan hebat. Apapun posisi dan kedudukan perempuan, hari ini kita memperingati Hari Ibu,” kata Emi Nomleni, Senin 22 Desember 2025.
Emi menegaskan, peringatan Hari Ibu tidak boleh dimaknai hanya sebagai ungkapan rasa sayang dan terima kasih kepada ibu semata.
Lebih dari itu, kata dia, Hari Ibu merupakan refleksi perjuangan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan sebelum kemerdekaan.
“Hari Ibu itu mengingatkan kita pada perjuangan perempuan Indonesia, bagaimana perempuan terlibat dalam semua posisi dan proses,” ujarnya.
Menurut Emi, pada masa lalu perempuan terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan, baik itu di sektor pendidikan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya. Semangat itu harus kembali dihidupkan dalam konteks pembangunan saat ini.
Emi menegaskan, keterlibatan perempuan bukan untuk menggeser peran siapa pun, melainkan memastikan pembangunan berjalan adil dan berkelanjutan.
“Hari Ibu harus dimaknai sebagai gerakan perempuan untuk terlibat di dalam seluruh proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Politisi PDIP ini juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyebut persoalan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada perempuan.
“Kalau kita bicara kekerasan terhadap perempuan, sebenarnya ini bukan hanya soal perempuan. Pelaku kekerasan itu laki-laki,” katanya.
Menurut Emi, upaya pencegahan kekerasan harus melibatkan kesadaran kaum laki-laki sejak dari dalam keluarga.
“Kita mengajak seluruh laki-laki untuk melihat perempuan sebagai bagian dari hidupnya, istri, ibu, anak perempuan, maupun saudara perempuannya. Kalau kesadaran ini tidak tumbuh, saya pastikan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan terus meningkat,” ujarnya.
Ia menilai, pendekatan hukum saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan proses pencegahan dari rumah tangga.
Operasi Pasar Jelang Nataru
Selain isu perempuan, Emi juga menyinggung kesiapan daerah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia mengatakan pemerintah bersama Forkopimda telah menggelar rapat untuk mendeteksi berbagai potensi masalah.
“Kemarin kita sudah rapat Forkopimda untuk mendeteksi semua hal, mulai dari BBM, listrik, hingga bahan pokok,” jelasnya.
Emi meminta pemerintah terus mengawal distribusi kebutuhan masyarakat melalui Bulog, Pertamina, dan pasar-pasar.
Dalam waktu dekat, DPRD NTT bersama pemerintah daerah berencana melakukan operasi pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang.
“Kita ingin memastikan masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, tenang, dan damai. Hal-hal kecil seperti listrik padam atau antrean BBM jangan sampai mengganggu,” katanya.
Ia juga menyoroti persoalan pemadaman listrik dan antrean BBM serta minyak tanah yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir.
“Kita harap kejadian mati-hidup listrik tidak terulang, begitu juga antrian di Pertamina. Ini semua akan kita pantau bersama,” tutup Emi.***

