KUPANG, HN – Bank NTT berkomitmen untuk mendukung program nasional tiga juta rumah. Tahun 2025, bank daerah ini menargetkan penyaluran 250 unit rumah subsidi, dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk petani dan nelayan.
Kepala Divisi Supporting Kredit Bank NTT, Jefry Corputy, menjelaskan realisasi penyaluran rumah subsidi hingga saat ini sudah mencapai 190 NOA yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Untuk rencana kerja di tahun 2025 ini kita target bangun 250 unit rumah subsidi. Sampai dengan saat ini, kita sudah realisasikan 190 NOA,” kata Jefry di Kupang, Senin 29 September 2025.
Lebih jauh, Jefry memaparkan portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank NTT hingga kini mencapai 2.007 NOA dengan realisasi senilai Rp197 miliar.
“Rumah itu kita tujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja harian lepas, baik petani maupun nelayan. Selama memenuhi syarat, mereka berhak menerima rumah subsidi. Tetapi tentu kita hati-hati melihat kelayakan penerima,” jelasnya.
Salah satu penerima manfaat, Stefanus, mengaku sangat terbantu dengan kemudahan proses pengurusan rumah subsidi melalui Bank NTT.
“Kesannya semua urusan dipermudah dan didampingi dengan sangat baik. Awalnya saya bingung karena baru pertama kali urus rumah, tapi Bank NTT mendampingi sampai tuntas. Kalau berkas kurang, langsung diarahkan untuk melengkapi,” ujarnya.
Stefanus kini akan menempati rumah tipe 36 dengan harga Rp186 juta, uang muka Rp10 juta, dan cicilan sekitar Rp1 juta per bulan selama 20 tahun.
“Saya sangat berterima kasih karena akhirnya bisa menerima kunci rumah dengan mudah,” pungkas Stefanus.
Diketahui Bank NTT turut ambil bagian dalam kegiatan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang digelar serentak secara nasional.
Acara ini dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut, Bank NTT melakukan akad terhadap 10 debitur yang tersebar di lima wilayah, yakni Kota Kupang, Manggarai Barat, Timor Tengah Selatan, Manggarai Barat, dan Belu.
Para debitur hadir di Hotel Sotis Kupang, didampingi oleh pimpinan cabang masing-masing.***

