Polda NTT Airdrop Bantuan untuk Warga Landor yang Terisolasi Pascagempa

MATIM, HN – Polri mengerahkan helikopter untuk mengirimkan bantuan melalui udara kepada warga Kampung Landor, Desa Wela Lada, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih terisolasi pascagempa yang mengguncang wilayah Flores.

Helikopter Polri membawa bantuan dari Maumere pada Selasa, 25 Agustus 2026. Pesawat mulai bergerak sekitar pukul 09.00 WITA dengan membawa logistik untuk masyarakat yang hingga saat itu belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

Kampung Landor berada di kawasan dataran tinggi. Kondisi geografis itu menyulitkan petugas untuk mendistribusikan bantuan, terlebih akses jalan menuju pemukiman warga masih rusak dan terputus akibat dampak bencana.

Penyaluran bantuan dari udara pun tidak berlangsung mudah. Helikopter sempat beberapa kali berputar untuk mencari sekaligus memastikan titik lokasi Kampung Landor sebelum bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Dinyatakan Lulus Administrasi, 396 Calon PKD Siap ‘Action’ Tes Wawancara

Situasi itu membuat petugas kesulitan menjangkau warga di wilayah terpencil setelah bencana. Ketika akses darat tidak lagi memungkinkan, jalur udara menjadi satu-satunya cara atau alternatif untuk memastikan bantuan tetap tiba.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang bagi upaya membantu masyarakat terdampak bencana.

“Dalam kondisi bencana, kita harus memastikan masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan perhatian dan bantuan. Ketika jalur darat belum memungkinkan, jalur udara menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau mereka,” ujar Henry.

BACA JUGA:  Ira Ua Terancam Hukuman Diatas Lima Tahun Penjara

Menurut Henry, airdrop bantuan ke Kampung Landor bukan semata-mata mengenai pengiriman kebutuhan masyarakat. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bentuk kehadiran dan pesan kemanusiaan kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit.

Polri ingin memastikan warga yang berada di wilayah terisolasi tetap merasa diperhatikan meski akses menuju kampung mereka mengalami kendala.

“Bapak Kapolda menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Kami memahami bahwa berada dalam kondisi terisolasi tentu menimbulkan kekhawatiran dan kesulitan. Karena itu, Polri akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai kemampuan yang ada,” jelasnya.

Dia berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga semangat warga selama menjalani masa pemulihan pascagempa. Dia mengajak masyarakat tetap tabah, saling membantu dan tidak kehilangan harapan.

BACA JUGA:  Berjuang Lawan Virus Otak, Anak Yatim di Panti Asuhan Puri Bunda Kupang Butuh Uluran Tangan Dermawan

“Kami harap masyarakat tetap tabah, saling membantu dan tidak kehilangan harapan. Situasi ini harus kita lewati bersama. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain menyalurkan bantuan, Polda NTT mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak agar tetap waspada terhadap kondisi lingkungan. Warga diminta mengikuti arahan petugas, terutama jika terdapat potensi bencana susulan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Informasi mengenai kondisi bencana, penanganan maupun distribusi bantuan sebaiknya diperoleh dari petugas dan sumber resmi.

Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya informasi keliru yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.***

error: Content is protected !!