Warga Apresiasi Kebijakan Melki Penuhi Kebutuhan Korban Gempa di Pelosok Flores

Warga Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Ist)

MATIM, HN – Kebijakan kemanusiaan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana sejak hari kejadian mulai dirasakan manfaatnya warga terdampak gempa Flores, terutama masyarakat yang berada jauh dari pusat bantuan.

Di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, kebijakan pemenuhan makanan, minuman, tenda, dan selimut sebelum bantuan tiba dinilai membantu warga memenuhi kebutuhan dasar dalam situasi tanggap darurat.

Kebijakan Melki Laka Lena ini menjadi penting karena kondisi geografis Desa Golo Lijun yang relatif jauh dari pusat layanan pemerintahan maupun posko tanggap darurat.

Jarak Desa Golo Lijun menuju Borong mencapai sekitar 118 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam 30 menit. Sementara jarak menuju Ruteng sekitar 138 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.

BACA JUGA:  Polisi Gencar Operasi Miras dan Awasi Tempat Hiburan Malam di Kota Kupang

Adapun akses menuju Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Elar berjarak sekitar 83,1 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 30 menit.

Kondisi geografis itu membuat distribusi bantuan ke Desa Golo Lijun membutuhkan waktu dan menghadapi medan yang cukup sulit.

Dalam situasi itu, kebijakan Gubernur Melki memberikan alternatif bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan dasar dari kios atau toko terdekat tanpa harus menunggu bantuan tiba dari pusat.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur NTT Nomor BU.300.2.1/04/BPBD/2026 tentang Pemenuhan Kebutuhan Makanan, Minuman, Tenda, dan Selimut pada Hari Kejadian Bencana Sebelum Adanya Bantuan.

Melalui kebijakan tersebut, warga terdampak yang belum menerima bantuan dapat mengambil kebutuhan dasar yang diperlukan dari kios atau toko yang tersedia di sekitar wilayah mereka.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Cek Kelayakan Kendaraan Jelang Mudik Lebaran 2026

Selanjutnya, kebutuhan yang telah diambil masyarakat tersebut dibayarkan pemerintah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Kebijakan tersebut juga dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan posko bantuan.

Salah seorang warga Desa Golo Lijun, Maria Leoni Dindung, mengapresiasi kebijakan darurat yang dikeluarkan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.

“Terima kasih untuk Bapak Gubernur NTT. Dengan kebijakan Bapak Gubernur, kami dapat memenuhi kebutuhan dasar kami sebagai masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Maria, Senin 24 Agustus 2026.

Apresiasi juga disampaikan Hendrikus Hengki Karlo, pemilik Kios Tiga Putra yang mendukung pelaksanaan kebijakan Gubernur NTT.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur. Kami sebagai pemilik kios mendukung kebijakan dari Bapak Gubernur NTT ini, sehingga masyarakat dengan cepat dapat mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan. Pemerintah kemudian membayar kebutuhan yang diambil masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

BACA JUGA:  DPRD NTT Sepakati 7 Ranperda, Termasuk Dana Cadangan PON 2028

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penanganan tanggap darurat tidak harus sepenuhnya menunggu bantuan terkonsentrasi di satu titik.

Sumber daya yang tersedia di tengah masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Gubernur Melki Laka Lena memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh kebutuhan dasar, termasuk warga yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Menurut dia, kebijakan itu mempercepat respons kemanusiaan agar warga terdampak gempa tidak harus menunggu lama bantuan untuk memperoleh makanan, minuman, tenda, maupun selimut.***

error: Content is protected !!