KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendata kerusakan akibat gempa yang melanda wilayah Flores. Pendataan dilakukan terhadap rumah warga hingga fasilitas publik yang terdampak bencana.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan data kerusakan tersebut penting untuk menentukan langkah penanganan setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Pendataan terus dilakukan, baik terhadap rumah warga maupun fasilitas publik yang terdampak gempa,” ujar Melki usai apel HUT ke-81 RI, Senin 17 Agustus 2026.
Menurut dia, hasil pendataan akan menjadi dasar pemerintah menentukan kebutuhan perbaikan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Pemerintah, kata Melki, perlu memastikan kondisi di lapangan terdata secara menyeluruh agar proses penanganan pascabencana dapat dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melki mengajak masyarakat tetap optimistis menghadapi dampak gempa. Momentum peringatan kemerdekaan RI, menurutnya, harus menjadi sumber kekuatan untuk bangkit bersama.
Dia juga mengingatkan kembali semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Nilai tersebut, kata Melki, memiliki akar kuat dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk gagasan Bung Karno yang pernah dirumuskan di Ende, NTT.
Melki menilai semangat kebersamaan harus kembali dihidupkan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa.
“Dengan semangat gotong royong kita bisa melewati badai sejarah apa pun. Yang penting bersama-sama dan gotong royong,” pungkasnya.***

