MAUMERE, HN – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menginstruksikan seluruh kader Gerindra di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran DPC Partai Gerindra dan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra di sejumlah wilayah terdampak dengan turun ke lapangan, membuka dapur umum, serta menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga.
Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT Fernando Jose Osorio Soares turut turun langsung mengawal pelaksanaan instruksi tersebut.
Fernando mengatakan, perintah dari Sekjen Partai Gerindra diterimanya melalui sambungan telepon sekitar pukul 10.00 Wita, Sabtu (15/8/2026).
“Saya tadi diperintah langsung melalui telepon kurang lebih jam 10 pagi untuk hadir langsung di tengah-tengah masyarakat yang mengalami musibah. Perintahnya jelas, semua kader Gerindra wajib bergerak membantu sesama,” ujar Fernando.
Menurut Fernando, instruksi tersebut menunjukkan bahwa kader Gerindra harus hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, terutama dalam kondisi tanggap darurat bencana.
“Jangan hanya melihat dari jauh. Kita harus hadir di tengah masyarakat, melihat langsung kondisi mereka, mendengar kebutuhan mereka, kemudian melakukan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.
Kader Diminta Buka Dapur Umum
Fernando meminta seluruh DPC Gerindra di Flores serta anggota DPRD Gerindra untuk segera bergerak di wilayah masing-masing.
Kader diminta memprioritaskan kebutuhan dasar warga, terutama makanan, air minum, sembako dan kebutuhan lain yang diperlukan selama masa tanggap darurat.
“Kalau memang dibutuhkan, buka dapur umum. Salurkan sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Pastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Fernando.
Ia juga meminta seluruh kader berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan relawan agar penanganan bencana berjalan terpadu.
Menurut dia, kerja bersama sangat penting karena kebutuhan masyarakat pascabencana sangat beragam, sementara kondisi di lapangan masih terus berubah.
“Ini Gerakan Kemanusiaan”
Fernando menegaskan, gerakan kader Gerindra membantu korban gempa merupakan aksi kemanusiaan dan tidak boleh dibatasi oleh kepentingan politik.
“Ini bukan waktunya bicara kepentingan politik. Ini waktunya kemanusiaan. Semua kader harus bergandengan tangan membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah,” katanya.
Ia meminta para anggota DPRD Gerindra menggunakan jaringan dan kewenangan yang dimiliki untuk membantu mempercepat koordinasi penanganan warga terdampak.
“Anggota DPRD harus turun. Jangan hanya menerima laporan. Lihat sendiri kondisi masyarakat dan apa yang mereka butuhkan,” ujar Fernando.
Minta Warga Tetap Tenang
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan kepanikan dan dampak di sejumlah wilayah.
Pendataan korban, kerusakan bangunan, serta kebutuhan pengungsi masih dilakukan oleh pemerintah bersama tim gabungan.
Fernando mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
“Kita minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Ikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, Basarnas, TNI dan Polri. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” katanya.
Fernando juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta seluruh masyarakat yang terdampak bencana.
“Semoga masyarakat yang mengalami musibah diberikan kekuatan. Kita semua harus saling membantu dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa sendirian menghadapi bencana ini,” ujar Fernando.
Ia memastikan jajaran Gerindra NTT akan terus memantau perkembangan situasi dan meminta seluruh kader tetap berada di tengah masyarakat selama proses tanggap darurat berlangsung.***

