KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung rencana Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Kupang menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut pada 17 Agustus 2026.
Dukungan itu disampaikan Melki saat menerima audiensi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Kupang, Mexianus Bekabel, di Ruang Kerja Gubernur NTT, Kamis 13 Agustus 2026.
Audiensi tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus membahas persiapan kegiatan pengibaran Merah Putih di bawah laut dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut rencananya digelar di kawasan Komando Daerah Angkatan Laut VII (Kodaeral VII) Kupang.
Melki menyambut baik rencana Basarnas. Menurutnya, kegiatan itu memiliki nilai patriotisme sekaligus menjadi bentuk kreativitas dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan Indonesia.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi kepada Basarnas Kelas A Kupang yang akan melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut pada ulang tahun Kemerdekaan Indonesia ke-81 tanggal 17 Agustus 2026 nanti. Ini adalah sebuah kegiatan yang sangat baik dan saya apresiasi,” ujar Melki.
Menurut Melki, peringatan HUT Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang menggugah semangat nasionalisme masyarakat.
Pengibaran bendera di bawah laut juga dinilai dapat menunjukkan karakter NTT sebagai provinsi kepulauan yang memiliki wilayah laut yang luas.
Selain memberikan dukungan terhadap rencana kegiatan tersebut, Melki turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Basarnas dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan di wilayah NTT.
Ia menilai keberadaan Basarnas sangat penting bagi NTT yang memiliki karakter geografis sebagai daerah kepulauan dengan tantangan penanganan bencana dan kondisi darurat yang beragam.
“Sebagai Gubernur NTT, saya dan masyarakat NTT berbangga karena Basarnas terus menjaga dan memastikan bahwa apabila ada bencana dan berbagai kejadian yang tidak kita inginkan, Basarnas selalu tampil bersama para pihak terkait untuk menyelamatkan para korban,” jelasnya.
Melki mengatakan kerja pencarian dan pertolongan yang dilakukan Basarnas merupakan bagian penting dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Kehadiran personel Basarnas, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara ketika masyarakat menghadapi bencana maupun situasi yang mengancam keselamatan.
Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya Basarnas dalam meningkatkan pelayanan pencarian dan pertolongan.
Ia berharap kolaborasi antara Basarnas Kelas A Kupang dan Pemprov NTT semakin diperkuat, terutama dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah kepulauan.
“Sinergi yang selama ini telah terbangun harus terus diperkuat, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan, penanganan bencana, serta pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat,” kata Melki.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.***

