NGADA, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena mengungkapkan rencana pemerintah membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis asrama di 11 kabupaten di wilayah NTT.
“Pemprov NTT rencana membuka SMK berbasis asrama di 11 kabupaten NTT,” ujar Melki saat menggelar pertemuan bersama pengawas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan ketua OSIS SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Ngada di SMA Negeri 2 Bajawa, Rabu, 17 September 2025.
Menurut dia, pogram ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses layanan pendidikan bagi siswa di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menyebut Pemprov NTT juga berkomitmen meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.
Melki menyebut, peningkatan kualitas SDM pendidik harus dilakukan berkelanjutan agar sesuai dengan perkembangan zaman.
Dia juga menyinggung soal kesejahteraan guru. Menurutnya, Pemprov NTT terus berupaya memberikan upah layak sesuai kemampuan fiskal daerah.
Melki mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp 5 triliun, sebanyak Rp 2,3 triliun dialokasikan untuk pendidikan. “Di antara semua sektor pembangunan, porsi anggaran paling besar ada di pendidikan,” jelasnya.
Selain peningkatan kualitas belajar, Gubernur Melki juga mendorong sekolah-sekolah mengembangkan kewirausahaan berbasis sekolah untuk mendukung operasional.
“Kalau mau, pasti bisa. Sekolah harus mulai memikirkan kewirausahaan agar bisa menopang kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.***

