KUPANG, HN – Anggota Komisi X DPR RI, Anita Gah mendesak Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo untuk segera memanggil para vendor penyedia makanan MBG, menyusul insiden keracunan makanan yang menimpah ratusan siswa SMPN 8 Kota Kupang beberapa waktu lalu.
Menurut Anita, kejadian ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa. Dia menilai perlu ada evaluasi terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan oleh pihak vendor.
“Kalau sampai seperti ini, menurut saya Pemerintah Kota Kupang harus panggil vendor dan tanya kenapa bisa terjadi seperti ini,” tegas Anita Gah, Kamis 24 Juli 2025.
Politisi Partai Demokrat ini menyebut kemungkinan buruk saat proses produksi dan pengiriman atau distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Kupang.
Anita menduga makanan yang didistribusikan ke sekolah, khususnya di SMPN 8 Kota Kupang berpotensi basi akibat proses memasak yang dimulai sejak dini hari.
“Perlu cari tahu cara mereka masak itu seperti apa. Bisa jadi dimasak dari subuh. Sehingga proses pendistribusian sampai jam 11, maka makanan bisa sudah berbusa dan berbau. Itu harus dipikirkan semua,” tegasnya.
Para vendor, kata dia, seharusnya melakukan pemeriksaan langsung ke dapur MBG untuk melihat cara masak dan penyajiannya seperti apa.
“Karena yang pernah terjadi itu katanya ada daging yang masih merah dan sayur yang sudah berulat. Itu kan harus hati-hati. Jangan pilih makanan yang cepat basi,” ungkap Anita Gah.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Anita meminta Pemkot Kupang memanggil dan mengevaluasi vendor yang terlibat dalam penyediaan MBG agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.
“Siapapun vendornya, saya minta Pemkot Kupang harus panggil mereka dan segera melakukan evaluasi sehingga jangan lagi terjadi di sekolah lain,” tegasnya.
Dia menambahkan, kesehatan dan keselamatan siswa paling utama. Karena peristiwa ini, yang dirugikan itu siswa, orang tua dan pihak sekolah.
Sebelumnya, ratusan siswa SMPN 8 Kota Kupang mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.
Para siswa langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat seperti RSUD SK Lerik, RS Mamami dan sejumlah rumah sakit lain untuk mendapat pertolongan medis.***

