Wagub Johni Serahkan Voucher Cek Kesehatan Gratis untuk Lansia NTT

KUPANG, HN – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menyerahkan secara simbolis voucher pemeriksaan kesehatan gratis untuk para lansia dalam rangka peringatan Hari Lansia Nasional ke-29 dan ke-12 tingkat Provinsi NTT.

Voucher dari Dinas Kesehatan itu diserahkan usai dialog bersama para pensiunan ASN yang digelar Komda Lansia Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis 3 Juli 2025.

Dialog yang digelar Komda Lansia NTT ini mengusung tema “Ayo Bangun NTT Bersama Lansia SMART” (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat).

Wagub Johni Asadoma menyebut, dialog itu sebagai wadah perjumpaan, setelah sekian lama tidak bertemu pasca purna tugas, entah pensiunan ASN, BUMD, BUMN, maupun TNI dan Polri.

“Momen ini patut kita rayakan bersama sebagai perjumpaan sesama rekan dan saudara purna bhakti untuk menguatkan dan saling memotivasi,” ujar Johni Asadoma.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Bicara Eliminasi TBC Tahun 2030 di Forum Stop TB Partnership

Dia menyebut, pemerintah selalu membuka ruang dan siap menerima pikiran positif dari para pensiunan ASN untuk mewujudkan visi membangun NTT.

“Keahlian dan pengalaman bapak/Ibu sekalian yang pernah dimanfaatkan secara produktif pada masa kerja bisa menjadi sumbangan perspektif berharga bagi kegiatan semacam ini,” jelasnya.

Mantan Kapolda NTT ini juga mendorong para pensiunan ASN untuk tetap produktif dan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harus tetap semangat, umur hanyalah angka-angka. Intinya harus tetap produktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.

Berdasarkan data 2024, jumlah penduduk lansia di Indonesia sebanyak 32,4 juta lebih, dari total penduduk sebanyak 280 juta. Dengan kata lain, persentase penduduk lansia sebesar 11,5% dari jumlah penduduk nasional.

BACA JUGA:  OJK Menyambut Baik Festival PAD dan Desa Binaan Bank NTT

“Jumlah itu telah melewati ambang batas WHO sebesar 7%. Dengan begitu Indonesia termasuk negara dengan kategori penduduk ‘Berusia Tua’ (Ageing Population),” jelasnya.

Sedangkan untuk NTT, jumlah lansia di tahun 2024 tercatat sebanyak 549,6 ribu jiwa lebih (9,8%) dari total penduduk sebanyak 5,6 juta jiwa.

“Angka tersebut pun melampaui standar perhitungan WHO, dan secara regional bisa dikategorikan berpenduduk ‘Berusia Tua’,” jelasnya.

Johni Asadoma juga mengapresiasi seluruh masukan dari para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memastikan akan segera ditindaklanjuti.

“Semuanya sudah saya catat dan nanti akan kami diskusikan lebih lanjut. Terima kasih banyak untuk masukannya,” pungkas Johni Asadoma.

BACA JUGA:  GoTo Donasikan 30 Unit Konsentrator Oksigen Untuk Pemprov NTT

Ketua panitia, Frans Gana mengatakan, dialog ini diharapkan dapat memberikan semangat untuk lansia produktif bahwa umur bukan masalah.

“Tetapi itu merupakan anugerah yang patut disyukuri dan tidak menjadi penghalang untuk tetap terus produktif di usia tua,” jelas Frans Gana.

Dia berharap para lansia tetap SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan bermartabat), menjadi teladan bagi orang lain serta bisa menghasilkan produk ekonomi yang bermanfaat.

Dialog ini turut dihadiri Direktur Komisaris Independen Bank NTT, Kepala Bapperida Provinsi NTT, dan Anggota Komda Lansia Provinsi NTT.

Hadir juga pensiunan ASN, BUMN, BUMD, dan pensiunan dosen di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta serta pengusaha yang sarat pengalaman.***

error: Content is protected !!