52 Sekolah di TTS Segera Direvitalisasi, Total Anggaran Rp49 Miliar

SOE, HN – Sebanyak 52 sekolah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, akan direvitalisasi dengan total anggaran sebesar Rp49 miliar. Demikian disampaikan Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Syska Hutagalung, saat melakukan kunker di Kota Soe, Selasa 1 Juni 2025.

Syska menyebut, revitalisasi ini merupakan bagian dari tiga program prioritas Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto di sektor pendidikan, yakni pembangunan SMA Unggul Garuda, revitalisasi pendidikan, dan digitalisasi pendidikan.

“Tadi saya cek di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini ada 52 sekolah yang akan direnovasi, dengan akumulasi angka sekitar 49 miliar,” ujar Syska.

Menurut dia, tidak semua kabupaten di Indonesia memperoleh kesempatan seperti TTS yang mendapatkan ketiga program prioritas sekaligus. Karena itu, ia berharap masyarakat dan pemerintah daerah memanfaatkan program ini secara maksimal.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Hardiknas di BMS Kupang, Chris Widodo Minta Dinas PK Hadirkan Akses Pendidikan Merata Bagi Siswa dan Guru

“Saya harap program ini benar-benar dimaksimalkan dan dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten TTS sebagaimana diharapkan oleh pak Presiden Prabowo,” jelasnya.

Sementara itu, Wamen Diktisaintek Stella Christie menyebut pembangunan SMA Unggul Garuda di SoE merupakan pengejawantahan dari visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia unggul di seluruh Indonesia.

“Bapak Presiden memikirkan bagaimana bisa mengubah sains dan teknologi Indonesia. Dia ingin membangun SDM Indonesia dengan memberikan akses bagi seluruh putra-putri bangsa terbaik, termasuk dari pelosok,” jelasnya.

BACA JUGA:  Empat Kader PAN yang Dilantik Jadi Bupati dan Wabub di NTT Diminta Kreatif Kelola Potensi Daerah

Menurut Stella, SoE dipilih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai lokasi awal pembangunan sekolah unggulan karena diyakini memiliki potensi besar namun masih terbatas akses.

Stella menceritakan, saat kunjungan pertamanya ke SoE, ia sempat bertanya kepada para orang tua tentang kesiapan dan harapan mereka terhadap sekolah unggul tersebut.

“Dan itu dijawab serentak oleh para orang tua, ‘Kami sangat mau, kami sangat ingin mempunyai sekolah unggul di TTS ini,’” ucapnya.

Selain mendengar aspirasi warga, pembangunan Sekolah Garuda juga melibatkan universitas lokal untuk memastikan program yang dirancang sesuai kebutuhan daerah.

Wamen Stella juga menjabarkan tiga tujuan utama dari pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Resmikan Politeknik Ben Mboi di Belu, NTT

Pertama membuka Akses Pendidikan Berkualitas: Sekolah ini akan menjadi penyeimbang akses untuk pembangunan SDM, karena talenta ada di seluruh Indonesia namun kesempatan harus diciptakan.

Kedua menjadi Inkubator Pemimpin Bangsa: Siswa-siswi Garuda akan dibentuk menjadi pemimpin yang berwawasan global namun berakar lokal.

Ketiga Mewujudkan Pengabdian Nyata: Sekolah akan menanamkan nilai pengabdian sebagai bagian dari keseharian siswa, bukan sekadar slogan.

“Sekolah Garuda ini adalah visi, strategi, dan hasil pemikiran dari hati Bapak Presiden. Sekolah ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Stela.

Wamen Stella menambahkan, keberhasilan sekolah ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.***

error: Content is protected !!