KUPANG, HN – PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, atau Bank NTT, menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar untuk mendukung 2.400 anak stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proses penyaluran dana dilakukan secara serentak di seluruh Kantor Cabang Bank NTT yang tersebar di 22 Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Setiap Kantor Cabang Bank NTT turut serta dengan menyumbangkan dana sebesar Rp50 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp1 miliar.
“Momen Natal ini, kami salurkan bantuan, serta makanan tambahan, dan makanan pokok untuk 2.400 anak stunting di seluruh NTT,” ujar Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Sabtu 16 Desember 2023.
Menurut dia, Bank NTT tetap konsisten merayakan Natal dengan fokus pada kesehatan masyarakat dan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendukung kondisi ekonomi di NTT.
“Kita memilih konsisten merayakan Natal untuk tetap peduli terhadap kondisi kesehatan masyarakat, serta peduli terhadap kondisi fundamental ekonomi NTT melalui pembinaan UMKM,” jelasnya.
Bank NTT menyadari tantangan sosial, termasuk budaya pesta yang kadang mengabaikan kebutuhan anak-anak, sehingga menjadi pemicu terjadinya stunting
Untuk upaya penanganan stunting, Bank NTT mengajak semua pihak agar tetap peduli terhadap kesehatan, dan pendidikan anak.
“Ketika pesta, semua orang keluarkan sumber daya yang besar untuk makan enak. Tetapi setelah pesta, makanan dan pendidikan anak tidak diperhatikan,” ungkapnya.
Dirut Alex menyampaikan terima kasih untuk Pemprov NTT, Pemkot Kupang dan seluruh pihak yang sudah bersinergi dan berkolaborasi dengan Bank NTT.
Kepala Biro Hukum Setda NTT, Max Order Sombu yang mewakili Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake mengapresiasi Bank NTT atas bazar, penyerahan bantuan untuk anak stunting, dan lomba kidung Natal.
Menurut dia, selain keindahan wisata, NTT dikenal dengan beragam produk UMKM, baik dari komunitas pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan tangan warisan perempuan NTT.
Produk lokal seperti olahan makanan dari singkong, pisang, jagung, kelor, dan sei, serta minuman khas seperti teh kelor, menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Produk ini telah menjadi oleh-oleh khas NTT yang banyak diincar oleh wisatawan, baik dalam negeri maupun dari luar negeri,” ungkapnya.
Pemprov NTT terus berupaya meningkatkan pemasaran produk UMKM, dengan harapan Bank NTT dapat memfasilitasi pelaku UMKM dalam menciptakan inovasi dan pengembangan produk.
“Sehingga dapat bersaing dengan produk UMKM daerah lain, terutama di pasar online. UMKM NTT juga terus didorong agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Sebagai bank kebanggan masyarakat, Bank NTT diharapkan bisa meningkatkan peran dan pengabdian optimal serta profesional kepada masyarakat.
“Kiranya Bank NTT tetap menjadi sandaran dan harapan bagi pertumbuhan UMKM, dengan tetap menjaga komitmen melayani masyarakat sesuai moto “melayani lebih sungguh,” tandasnya.***

