KUPANG, HN – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisip Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar sosialisasi komunikasi efektif kepada anak muda Futsal Gares FC.
Sosialisasi yang dilakukan 10 orang mahasiswa/i ini berlangsung di lapangan Naka, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 10 Juni 2023.
Materi sosialisasi yang diberikan para mahasiswa/i Unwira Kupang adalah membangun komunikasi yang efektif dalam kelompok.
Noldin Kawe, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unwira Kupang mengatakan, tujuan utama dari sosialisasi ini untuk memperkenalkan komunikasi yang efektif dalam sebuah kelompok.
Menurutnya, untuk membangun sebuah komunikasi yang efektif, sangat dibutuhkan peran dari komunikator dan komunikan.
Salah satu caranya yakni dengan memperhatikan apa yang dikatakan lawan bicara. Dengan demikian proses pengiriman dan penerimaan pesan dapat menjadi efektif.
“Dalam kelompok, penting sekali komunikasi dibangun. Persoalan yang sering dihadapi adalah apakah komunikasi itu efektif atau tidak. Ini tergantung komunikator, isi pesan, komunikan dan juga media yang digunakan,” ujar Noldin.
Dijelaskan Noldin, komunikasi efektif adalah komunikasi yang berhasil mencapai kesepahaman antara pengirim dan penerima pesan, jadi kesepahaman juga memiliki pengaruh terhadap keefektifan sebuah komunikasi.
“Suatu komunikasi dikatakan efektif apabila komunikan menerima pesan, makna, atau maksud, sebagaimana yang dikehendaki oleh pengirim pesan,” jelasnya.
Pada sosialisasi tersebut, Noldin juga memaparkan materi tentang tujuan komunikasi kelompok, untuk memperoleh kekompakan serta menjalin kinerja yang baik dalam suatu kelompok.
Adapun materi yang disajikan dalam sosialisasi itu meliputi, Pengertian Komunikasi Kelompok, Tujuan Komunikasi Kelompok, Contoh Komunikasi Kelompok Yang Efektif.
Selain itu, ada juga materi tentang cara membangun komunikasi kelompok yang efektif, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun komunikasi kelompok. Kegiatan sosialisasi ini juga diakhiri dengan foto bersama.
(Noldin Kandidus Kawe Meo, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang).***

