ENDE, HN – Polres Ende menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak gempa di Desa Nila dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan dikirim menggunakan helikopter Polri karena dua desa itu sulit dijangkau melalui jalur darat.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Sabtu (29/8/2026). Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata memimpin langsung pendistribusian bantuan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende Ny. Yuke Yudhi Franata dan kru Helikopter Polri P-3202.
Warga dua desa itu diketahui belum tersentuh bantuan sejak gempa yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pada tanggal 15 Agustus 2026 lalu.
Penyaluran bantuan dilakukan setelah Polres Ende berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menjangkau masyarakat yang terdampak gempa dan selama ini belum mendapatkan bantuan.
Helikopter Polri P-3202 bertolak dari Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende sekitar pukul 09.20 Wita menuju Desa Nila.
Sejumlah bantuan kebutuhan sehari-hari dibawa untuk warga Desa Nila. Bantuan tersebut terdiri atas 25 dus mi instan, 20 dus Pop Mie, 20 lembar selimut, 2 dus abon, 15 dus malkis, 10 lembar tikar pantai, satu dus besar roti gabin, satu dus besar popok, serta satu dus besar susu SGM.
Sekitar pukul 10.05 Wita, penyaluran bantuan di Desa Nila selesai. Kapolres Ende bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende dan kru helikopter kemudian kembali ke Bandara Haji Hasan Aroeboesman.
Setelah itu, rombongan kembali terbang menuju Desa Kekasewa pada pukul 10.37 Wita dengan membawa paket bantuan untuk warga.
Bantuan yang disalurkan di Desa Kekasewa terdiri atas 25 dus mi instan, 20 dus Pop Mie, 20 lembar selimut, 3 dus abon, 15 dus malkis, 10 lembar tikar pantai, satu dus besar roti gabin, satu dus besar popok, serta satu dus besar susu SGM.
Penyaluran bantuan di Desa Kekasewa selesai sekitar pukul 11.00 Wita. Rombongan kemudian kembali ke Bandara Haji Hasan Aroeboesman.
Polres Ende menyebut terdapat puluhan keluarga di dua desa itu yang terdampak gempa dan belum mendapat bantuan.
Di Desa Nila tercatat sebanyak 52 kepala keluarga (KK), sedangkan di Desa Kekasewa terdapat 35 KK yang membutuhkan bantuan.
Kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama dalam pendistribusian bantuan. Kedua wilayah desa tersebut selama ini hanya dapat dijangkau menggunakan transportasi laut.
Namun, transportasi laut yang biasa digunakan masyarakat tidak beroperasi. Warga masih khawatir melaut lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu setelah gempa.
Situasi itu membuat Polres Ende mengambil langkah alternatif dengan memanfaatkan helikopter Polri untuk membawa bantuan langsung ke wilayah terdampak.
Penggunaan helikopter menjadi pilihan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah sulit akses.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya polisi memastikan warga terdampak gempa di wilayah terpencil tetap mendapat kebutuhan dasar meski menghadapi kendala akses transportasi.***

