MATIM, HN – Bantuan Polri akhirnya tiba di Kampung Tango Bali, Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah warga terdampak gempa meminta pertolongan Kapolda NTT, Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.
Distribusi bantuan itu dilakukan personel Polsek Lamba Leda Utara dengan menembus medan yang sulit dan cukup ekstrem. Bantuan bahkan diantar pada malam hari menuju wilayah yang terisolasi akibat kondisi geografis dan dampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kapolsek Lamba Leda Utara Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan bantuan Polri diterima warga yang sebelumnya mengaku belum mendapatkan bantuan kebutuhan pokok.
Perjalanan menuju Kampung Tango Bali tidak mudah. Personel harus melewati medan yang sulit untuk menjangkau warga yang mengungsi setelah rumah mereka mengalami kerusakan berat.
Sebelumnya, Anastasia Sedur, mewakili keluarga besar Kampung Tango Bali, menyampaikan permohonan bantuan kepada Kapolda NTT, Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.
Dalam pesannya, Anastasia mengatakan warga terdampak gempa terpaksa mengungsi ke kampung tetangga karena rumah mereka mengalami kerusakan berat.
“Kami mengungsi di kampung tetangga karena seluruh rumah kami rusak berat,” kata Anastasia lewat video pendek yang diterima media ini, Minggu 23 Agustus 2026 malam.
Anastasia menyebut warga saat itu belum menerima bantuan dalam bentuk apapun untuk memenuhi kebutuhan makanan. Karena itu warga minta bantuan berupa beras, sembako, pakaian, tenda atau terpal, hingga dukungan untuk memperbaiki rumah yang rusak.
Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti jajaran kepolisian. Kapolsek Lamba Leda Utara Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara bersama personel membawa bantuan langsung ke lokasi pengungsian warga.
Setibanya di Kampung Tango Bali, ia menyampaikan bahwa bantuan yang dibawa memang tidak dalam jumlah besar. Namun, bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah gempa.
“Syukur kami sampai di sini. Kami bawa sembako tidak seberapa, tetapi nanti sama-sama nikmati,” ujar Iptu Ida Bagus.
Ia juga menjelaskan bantuan tersebut berasal dari Polri, bukan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Bantuan yang kami salurkan ini bukan dari BNPB. Ini bantuan dari Polri. Kami diperintahkan pimpinan Polri untuk memberikan bantuan di daerah terpencil,” jelasnya.
Bantuan yang tiba di Kampung Tango Bali disambut warga pengungsi. Anastasia kemudian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah merespons permintaan warga.
“Saya Anastasia Sedur dari posko pengungsian Tango Bali mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, Kapolda NTT dan Kapolsek atas bantuan sembako dan kami sudah menerimanya,” ujarnya.
Bantuan tersebut menjadi penting karena mereka masih bertahan di pengungsian setelah rumah-rumah mereka mengalami kerusakan berat.***

