Pemprov NTT Kirim Sembako, Obat hingga Alat Medis untuk Korban Gempa Flores

KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menyalurkan bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores. Bantuan yang dikirim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT berupa sembako, tenda, obat-obatan hingga peralatan medis.

Pada Selasa (18/8/2026), bantuan disalurkan ke masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende. Bantuan diserahkan kepada Camat Pulau Ende, Ahmad, untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga.

Untuk Pulau Ende, Pemprov NTT mengirim dua unit tenda keluarga berukuran 4 x 6 meter dan 100 paket sembako. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Selain ke Pulau Ende, BPBD NTT juga mengirim bantuan logistik ke Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut diberangkatkan menuju Mbay.

Logistik yang dikirim terdiri atas 500 kilogram beras, 5 koli terpal, 50 lembar tikar, 50 dus air mineral, 60 rak telur, 15 dos minyak goreng, 30 selimut, 50 dus mie instan, 2 dos popok dan 10 unit spons.

Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma menyebut pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.

BACA JUGA:  Ody Kalake Apresiasi Capaian Kinerja Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi

Pemprov NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, TNI-Polri dan unsur terkait agar bantuan bisa menjangkau warga yang membutuhkan.

Obat Dikirim ke Wilayah Terdampak

Tak hanya sembako, Pemprov NTT juga menyalurkan bantuan medis untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi korban gempa.

Pada Selasa (18/8), bantuan medis yang disalurkan antara lain 1.000 tablet paracetamol, 1.000 tablet amoxicillin, 1.000 botol ambroxol, 1.000 tablet asam folat, 100 botol dexamethasone injeksi, 100 tube ranitidine injeksi, 100 ampul lidocaine injeksi dan 1.000 tablet acetylcysteine.

Peralatan medis yang dikirim antara lain 100 disposable syringe 3 cc, 250 Abbocath 24, 500 infus set, 200 infus set pediatric dan 10 rol plester 5 x 5.

Sejumlah obat lain juga disalurkan. Di antaranya sukralfat, ringer laktat, NaCl, guaifenesin, ketorolac, tablet tambah darah, amlodipine, antasida, betahistine, cefadroxil, cetirizine, dexamethasone, omeprazole, salbutamol, paracetamol infus hingga Ventolin Nebules.

Bantuan kesehatan juga mencakup kasa steril, povidone iodine, hand sanitizer, gentamicin, ibuprofen, Caviplex, Leukoplast, Rivanol, verban dan masker medis. Untuk kebutuhan pangan, BPBD NTT turut menyalurkan bubur instan dan berbagai jenis mie instan kemasan cup.

BACA JUGA:  Melki Ajak Solar Chapter Indonesia Perluas Program Air Bersih ke Desa Rawan Stunting di NTT

Dana Bantuan Bencana Capai Rp 4,35 Miliar

Di sisi lain, dana bantuan bencana yang dikelola Pemprov NTT mencapai Rp 4,359 miliar hingga 18 Agustus 2026.

Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yohanes Abrianto Kore mengatakan dana tersebut tersimpan dalam rekening dana penampungan bencana Pemprov NTT.

Dana itu berasal dari sejumlah pihak. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan Rp 2,5 miliar, Pemerintah Provinsi Maluku Rp 1,5 miliar dan masyarakat umum Rp 359,2 juta.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung penanganan tanggap darurat bencana gempa bumi di Flores.

Pemprov NTT memastikan seluruh bantuan yang diterima akan dikoordinasikan melalui posko tanggap darurat.

Bantuan kemudian disalurkan secara bertahap ke wilayah terdampak berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.

Abrianto Kore menyebut penanganan bencana akan terus dilakukan secara cepat dan terpadu. “Kebutuhan masyarakat terdampak menjadi prioritas selama masa tanggap darurat,” pungkasnya.

APPSI Kirim Bantuan Rp 150 Juta

BACA JUGA:  Kajati NTT Berkomitmen Tindak Tegas Jaksa ‘Nakal’

Dukungan untuk korban gempa Flores juga datang dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Melalui gerakan APPSI Peduli, bantuan kemanusiaan diserahkan di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi BPBD NTT, Selasa (18/8).

Direktur Eksekutif APPSI Hj Ismiati menyerahkan bantuan tersebut kepada Plh Sekretaris Daerah Provinsi NTT Yohanes Oktovianus.

“Bantuan berupa makanan siap saji, mie instan, roti, bantal, selimut, sarung, tikar, air mineral dan kebutuhan lainnya. Total nilainya sekitar Rp 150 juta dan diangkut menggunakan dua truk,” kata Ismiati.

Dia mengatakan bantuan itu merupakan bentuk solidaritas pemerintah provinsi yang tergabung dalam APPSI untuk masyarakat NTT yang terdampak gempa.

Ismiati mengatakan APPSI memilih menyalurkan bantuan melalui Pemprov NTT agar distribusinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kami menyampaikan melalui pemerintah provinsi karena Pemprov NTT yang mengetahui kabupaten mana yang membutuhkan dan bantuan apa yang paling diperlukan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi NTT dalam menangani bencana serta koordinasi yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, dan berbagai unsur terkait.***

error: Content is protected !!