23 Tim Ramaikan Turnamen Sapu Rata Cup 2026 di Kupang

KUPANG, HN – Turnamen sepak bola Sapu Rata Cup 2026 resmi bergulir di Lapangan Auri, Kota Kupang, Sabtu 16 Mei 2026. Sebanyak 23 tim ambil bagian dalam turnamen bergengsi yang mempertemukan mahasiswa asal Manggarai dan keturunan Manggarai di Kota Kupang.

Atmosfer laga pembuka langsung panas. Ratusan penonton memadati Lapangan Auri untuk menyaksikan duel perdana turnamen yang diprediksi berlangsung sengit hingga babak final.

Pada fase awal, 23 tim dibagi ke dalam tujuh grup mulai dari Pool A hingga Pool G. Seluruh peserta siap bersaing demi merebut trofi juara Sapu Rata Cup 2026.

Menariknya, turnamen ini bukan saja ajang adu skill di lapangan hijau. Sapu Rata Cup juga menjadi ajang untuk mempererat solidaritas dan persaudaraan mahasiswa Manggarai yang sedang merantau di Kota Kupang.

BACA JUGA:  Prabowo Dijadwalkan ke NTT Awal 2024, TKD Gelar Nobar Debat Cawapres

Ketua Panitia Pelaksana, Atanasius Arvan, mengatakan turnamen ini membawa misi besar membangun kebersamaan antargenerasi muda Manggarai di Kota Kupang.

“Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara kita semua,” ujar Arvan.

Arvan mengingatkan seluruh tim agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play sepanjang kompetisi berlangsung.

BACA JUGA:  George Hadjoh Bidik Posisi Elite untuk NTT di PON XXI Aceh 2024

“Menang dan kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Namun, sikap dewasa, disiplin, dan saling menghargai adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Penanggung jawab kegiatan, Theo Garut, menegaskan turnamen ini menjadi wadah positif bagi anak muda untuk menunjukkan bakat sekaligus menjaga kekompakan.

“Kegiatan ini adalah ruang untuk menunjukkan bakat, menjaga solidaritas, serta membangun semangat kebersamaan,” kata Theo.

Sementara itu, Danramil Kota Kupang, Donatus Jelatu, menilai sepak bola bisa menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, nilai kejujuran, disiplin, dan sportivitas harus menjadi pegangan seluruh peserta selama turnamen berlangsung.

“Olahraga ini bisa kita gunakan sebagai kamus dalam kehidupan kita. Sepak bola yang adik-adik laksanakan ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai tersebut,” ujar Donatus.

BACA JUGA:  250 Riders Ramaikan Event Komodo Trail Adventures Spesial Edition 13 Th Anniversary Brigif 21/Komodo

Tokoh masyarakat Manggarai, Frans Sarong, juga memberikan apresiasi kepada Angkatan Udara El Tari Kupang yang telah mendukung penuh penyelenggaraan turnamen dengan menyediakan Lapangan Auri sebagai venue pertandingan.

Ia berharap Sapu Rata Cup menjadi momentum memperkuat solidaritas diaspora Manggarai di Kota Kupang.

“Asas sebuah pertandingan itu memang ada di sportivitas. Tapi karena ini pertandingan khusus melibatkan generasi berenergi Manggarai, maka ada satu spirit yang mesti dijaga secara baik,” tegas Frans Sarong.***

error: Content is protected !!