KUPANG, HN – Koordinator Wilayah (Korwil) Nusa Tenggara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Se-Nusantara, Indra Ramadhan, menilai penyelenggaraan Tour de EnTeTe 2025 bukan sekadar ajang olahraga balap sepeda.
Tetapi, kata Indra gerakan kolektif yang mampu menyatukan olahraga, budaya, dan ekonomi demi pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut dia, event ini membuka peluang usaha bagi masyarakat. Produk UMKM, kuliner lokal, hingga jasa pariwisata berpotensi mengalami peningkatan pendapatan.
“Tour de EnTeTe menjadi ruang bagi warga lokal untuk terlibat langsung, baik sebagai pelaku usaha maupun penyedia jasa. Ini momentum penting bagi perputaran ekonomi daerah,” ujar Indra, Minggu 28 September 2025.
Tour de EnTeTe disebut sangat efektif untuk memperkenalkan keindahan alam dan kekayaan budaya NTT ke dunia internasional. Dampaknya, kunjungan wisatawan diprediksi meningkat.
Selain itu, kata dia, penyelenggaraan event mendorong pemerintah daerah memperbaiki infrastruktur, mulai dari jalan, penginapan, hingga fasilitas pendukung pariwisata.
Event ini juga dinilai memberi ruang bagi generasi muda. Berbagai kegiatan pendukung, seperti lomba tari, musik, dan fashion, menghadirkan wadah berekspresi dan mengasah talenta lokal.
Indra mengatakan, Tour de EnTeTe merupakan bukti kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga pihak swasta yang ada di NTT.
“Ini contoh nyata bagaimana sinergi bisa diwujudkan untuk kepentingan masyarakat luas,” ungkap Indra.
Selain olahraga, ajang ini juga menjadi sarana promosi budaya. Atraksi seni, tarian tradisional, hingga pameran kerajinan lokal memperkuat identitas NTT di mata nasional dan internasional.
BEM PTNU berharap Tour de EnTeTe tidak hanya berhenti sebagai event tahunan, tapi juga mengangkat perekonomian, pariwisata, dan potensi anak muda.
“Tour de EnTeTe harus dilihat sebagai gerakan kolektif. Kami yakin dampaknya akan besar bagi pembangunan NTT,” pungkas Indra.***

