KUPANG, HN – Kuasa hukum Riesta Ratna Megasari, Fransisco Bernando Bessi, meminta Jesica Sodakain, pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT untuk menghentikan pernyataan yang dinilai menimbulkan kegaduhan publik.
“Kalau bisa berhenti buat kegaduhan. Karena berita ini sangat viral, khususnya di kota Kupang yang tersebar di berbagai platform media sosial,” ujar Fransisco Bessi kepada wartawan di Kupang, Selasa 16 September 2025.
Menurutnya, pihaknya sangat menghormati jika Jescia Sodakain ingin melapor balik klienya Riesta Ratna Megasari. Bukan membuat pernyataan yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Kalau mau lapor, silahkan. Jangan buat statemen gaduh di media, sehingga menimbulkan persepsi publik yang berbeda beda,” tegasnya.
Dia menyebut, pihaknya saat ini hanya fokus melengkapi bukti ke penyidik Polresta Kupang Kota, sehingga persoalan tersebut bisa cepat diselesaikan.
“Karena, kalau Jesica mau ribut dan bicara banyak di media pun, tetap proses hukum dan data yang berbicara. Bukan hal lain atau mencari simpati publik,” tandasnya.
Sebelumnya, Jesica sudah dilaporkan ke Polresta Kupang Kota terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana pembangunan dapur MBG serta penyewaan barang dan jasa dengan total nilai Rp97.876.000.
Laporan itu dibuat Riesta Ratna Megasari melalui kuasa hukum, Petrus Loman Ledo, SH, dari Kantor Pengacara Fransisco Bernando Bessi, Cs di Polresta Kupang Kota, Rabu 10 September 2025.
Jesica disebut baru membayar Rp15 juta, sehingga masih ada kewajiban Rp82.876.000 yang belum diselesaikan.
Kasus ini telah terdaftar dengan nomor laporan: LP/B/1065/IX/2025/SPKT/POLRESTA KUPANG KOTA/POLDA NTT tertanggal 10 September 2025 pukul 12.41 WITA.
Jesica diduga melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
Fransisco Bernando Bessi menyebut Jesica sudah dua kali disomasi pada 27 Agustus dan 9 September 2025, namun tidak ada itikad baik untuk melunasi kewajiban.
“Jesica sendiri yang menantang agar diproses hukum, sehingga kami lakukan sesuai permintaannya,” ujar Fransisco, Kamis 11 September 2025. (PK/HN).***

