KUPANG, HN – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan melengkapi puluhan armada truk pengangkut sampah dengan Global Positioning System (GPS).
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyebut program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja yang tengah dijalankan bersama Wakilnya Serena Francis.
“Ada 50 truk sampah di Kota Kupang akan dipasang GPS,” ujar dr. Christian saat memaparkan capaian program di Hotel Harper Kupang, Kamis 14 Agustus 2025.
Menurut Christian, pemasangan GPS bertujuan mengawasi dan memantau pergerakan truk pengangkut sampah di lapangan secara real time.
“Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan uji coba. Jadi kita bisa pantau pergerakan mereka di lapangan,” kata mantan anggota DPRD NTT itu.
Dia menyebut, Kota Kupang saat ini sudah memiliki roadmap pengolahan sampah yang jelas, sehingga siapapun pemimpin nanti tinggal mengikuti sistem yang ada.
“Kami sudah buat roadmapnya. Jadi siapapun pemimpinnya tinggal pakai saja. Karena selama ini tidak ada roadmap yang jelas,” ungkapnya.
Selain GPS, kata dia, Pemkot juga menyiapkan insentif sebesar Rp500 ribu untuk petugas kebersihan bekerja mengangkut sampah di hari Sabtu dan Minggu.
Kebijakan ini, menurut dia dapat meningkatkan semangat kerja petugas di lapangan dan memperbaiki kualitas layanan kebersihan di Kota Kupang.
“Jadi kita juga siapkan uang Rp500 ribu untuk tenaga kerja kebershuan yang mengangkut sampah hari Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.
Christian menyebut untuk pertama kalinya Kota Kupang memiliki sistem pengolahan sampah terpadu di tingkat kecamatan.
Sistem ini sampah akan dikelola tuntas di kecamatan masing-masing sehingga hanya sedikit yang perlu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak.
“Semua sampah dikelola habis di tingkat kecamatan. Hanya sedikit yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak,” pungkasnya.***

