KUPANG, HN – Sosok Yusak Viktor Benu yang sebelumnya santer disebut-sebut akan maju sebagai calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT, menyatakan mundur dari bursa pencalonan.
Ia memilih untuk fokus menjalankan tugas sebagai Ketua Indonesia National Shipowner’s Association (INSA) DPC Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keputusan tersebut disampaikan Yusak Benu saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon, Jumat (30/5/2025) sore.
“Saya memilih untuk tidak maju dalam kontestasi di HIPMI NTT dan lebih fokus di INSA. Apa yang sudah Tuhan percayakan kepada saya di INSA akan saya maksimalkan,” ujarnya.
Yusak mengungkapkan, beberapa waktu lalu ia baru saja mengikuti agenda Indonesia Maritime Week 2025 di Jakarta. Dalam forum tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum INSA menekankan pentingnya peran Indonesia Timur sebagai gerbang ekspor-impor nasional.
“Dengan arahan tersebut, tanggung jawab saya semakin besar untuk menyukseskan program strategis pemerintah di sektor maritim, khususnya di wilayah timur Indonesia,” katanya.
Menanggapi pertanyaan terkait kiprahnya selama ini di HIPMI serta dinamika menuju Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI NTT, Yusak mengakui bahwa dirinya sempat bersiap untuk mencalonkan diri. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia memutuskan mundur secara bijak.
“Benar, selama tiga tahun terakhir saya bekerja dan didorong banyak pengurus untuk maju. Kami telah menghadirkan karya-karya besar, bahkan sejarah baru dalam organisasi. Dukungan itu menjadi energi yang luar biasa, tapi sebagai pengusaha saya belajar untuk membaca cuaca politik dan harus bersikap bijak,” ungkapnya.
Yusak juga menuturkan, ia telah melakukan pembicaraan langsung dengan salah satu kandidat lainnya, Heru Dupe, jauh sebelum dinamika pencalonan menghangat. Keduanya sepakat bahwa kontestasi sebaiknya tidak berujung pada pertarungan yang menguras energi dan membuat organisasi tidak berjalan maksimal.
“Kami sepakat bahwa di saat yang tepat harus ada yang mengalah demi organisasi. Tidak semua hal harus dimenangkan melalui pertarungan. Ini soal menjaga persaudaraan dan keberlanjutan organisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yusak menyebutkan bahwa dalam tiga hari ke depan usianya akan menginjak 41 tahun, melewati batas usia keanggotaan HIPMI. Hal ini juga menjadi pertimbangan penting untuk menyerahkan tongkat estafet kepada generasi baru.
“Karena itu, saya memberikan kesempatan kepada saudara saya Heru Dupe dan teman-teman calon pengurus baru untuk melanjutkan dan membesarkan HIPMI. Persaudaraan di atas segalanya. Ke depan, kita doakan bersama agar HIPMI NTT semakin maju dan solid,” pungkasnya. ***

