Pemprov NTT Dorong Produk Desa Tembus Pasar Global Lewat Program OVOP

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (Foto: Eman Krova)

KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi melaunching program One Village One Product atau OVOP, Gerakan Beli Produk NTT dan Kartu Kredit Pemerintah Desa (KKPD), Selasa 27 Mei 2025.

Acara yang berlangsung di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT ini turut dimeriahkan UMKM dari 44 desa yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota se-NTT, juga UMKM binaan Bank NTT.

OVOP merupakan salah satu program unggulan yang digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Siap Hadirkan Industri Pengolahan untuk Masyarakat SBD

Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengatakan, program One Village One Product merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk mewujudkan NTT maju, sehat, sejahtera dan keberlanjutan.

Dia menyebut, program itu bukan sekedar ‘omon-omon’ tetapi sudah diterjemahkan dalam lima misi, tujuh pilah dan sepuluh program dasar.

“Jadi yang paling pertama utama adalah dari ladang dan laut, ke pasar secara efisien dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Menurut dia, program OVOP juga menggerakan unit ekonomi di tingkat desa dan kelurahan melalui koperasi, UMKM dan inovasi lokal.

BACA JUGA:  Melki Apresiasi Ayodhia dan Andriko, Sebut Transisi dari Viktor Laiskodat ke Melki-Johni Berjalan Mulus

“Salah itu, satu instrumen utamanya adalah koperasi desa merah putih, dimana selaras dengan kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Setiap desa dan kelurahan di NTT memiliki potensi unggulan yang bisa dipasarkan ke tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional atau global.

Hal ini diperkuat dengan kekayaan sumber daya alam, mulai dari pertanian, peternakan, hingga energi baru terbarukan serta potensi laut dengan lebih dari 2.500 spesies ikan dan 500 spesies karang.

BACA JUGA:  Gubernur Viktor Lantik Kosmas Lana jadi Sekda NTT

“Kita ingin agar dari NTT ini, rakyat bisa kaya di negeri sendiri. Kita olah produk mentah menjadi bernilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Melalui OVOP, akan dibentuk peta potensi produk per desa yang kemudian dikembangkan ke tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

“Rencana lanjutan adalah mendirikan restoran model khas NTT di 10 kota besar Indonesia serta sentra promosi pariwisata dan investasi di daerah-daerah diaspora,” pungkas Melki.***

error: Content is protected !!