IKMR Kupang Rajut Kebersamaan Warga Manggarai Lewat Perayaan Nataru

KUPANG, HN – Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Sabtu 31 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momen untuk mempererat kembali persatuan dan solidaritas warga Manggarai di tanah rantau.

Perayaan Nataru IKMR Kupang 2026 mengusung tema “Raes Cama Kaeng, Wa Wae Cama-Cama, Eta Golo Cama-Cama” dan dihadiri sekitar 1.000 warga Manggarai yang berdomisili di Kota Kupang.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Anggota DPR RI Umbu Kabunang Rudiyanto Hunga, Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt, para sesepuh Manggarai seperti Frans Tulung, Alo Sukardan, Martinus Nahas, Frans Sarong, serta seluruh Ketua Panga IKMR Kupang.

IKMR Kupang Rajut Kembali Kebersamaan Warga Manggarai

Ketua IKMR Kupang, Antonius Ali, mengatakan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama ini merupakan upaya merajut kembali kebersamaan warga Manggarai di perantauan, setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan secara bersama.

“Pada saat ini kita mencoba merajut kembali kebersamaan itu dalam bingkai Kemanggaraian Wae Mokel Awon, Selat Sape Salen,” kata Antonius Ali.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Puji Presiden Prabowo Tetapkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Ia menegaskan, perayaan Nataru IKMR Kupang 2026 bertujuan memperkuat persatuan, solidaritas, dan kebersamaan sesama warga Manggarai di Kota Kupang.

Menurutnya, solidaritas warga Manggarai yang berasal dari Kuni Agu Kalo (tanah kelahiran) merupakan fondasi utama agar IKMR tetap eksis dan berkontribusi positif di Ibu Kota Provinsi NTT.

“Solidaritas itu hanya lahir dari satu budaya untuk tetap eksis. Kita butuh persatuan dan bersatu,” tegasnya.

Antonius Ali juga mengingatkan agar warga Manggarai di perantauan tidak mudah terpengaruh isu maupun kepentingan tertentu, melainkan tetap bersatu dan taat menjalankan hak serta kewajiban sebagai warga Kota Kupang.

“Solidaritas dalam suka dan duka kita wujudkan dengan ketaatan menjalankan hak dan kewajiban,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar IKMR Kupang untuk terus melangkah dengan kepala tegak, menjaga kehormatan daerah asal, dan berkontribusi positif di tanah rantau.

“Mari kita pegang terus solidaritas agar keharmonisan kita tidak tergoyahkan karena alasan apa pun,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Antonius Ali juga menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya sejumlah anggota keluarga besar IKMR dalam beberapa waktu terakhir, menegaskan bahwa solidaritas organisasi hadir dalam suka maupun duka.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga momentum memperbarui hati, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan nilai-nilai budaya luhur.

Ia menilai budaya duduk bersama, bermusyawarah, dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan merupakan kekuatan utama masyarakat Manggarai.

“Orang Manggarai dikenal pekerja keras dan memiliki solidaritas tinggi. Nilai ini harus terus hidup di mana pun kita berada,” ujar Melki.

Gubernur Melki juga menyinggung persoalan kemiskinan ekstrem dan tantangan pendidikan yang masih dihadapi Manggarai Raya dan NTT secara umum.

Ia mengakui kualitas pendidikan Manggarai cukup baik sejak lama, namun tantangan global dan perkembangan teknologi menuntut adaptasi yang lebih cepat.

Dalam konteks pembangunan, Melki menilai demokrasi politik berkembang lebih cepat dibanding demokrasi ekonomi, sehingga distribusi kesejahteraan belum merata.

“Demokrasi politik jalan cepat, tapi demokrasi ekonomi belum mengimbangi. Ini yang terus kami dorong agar ekonomi rakyat tumbuh,” tegasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Dorong Kemandirian Energi Lewat Geotermal hingga Arus Laut di NTT

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov NTT mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program One Village One Product, One Community One Product, serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.

Melki menilai IKMR Kupang memiliki kapasitas sumber daya manusia yang kuat untuk terlibat dalam pengembangan produk unggulan daerah.

“IKMR ini luar biasa SDM-nya. Banyak potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.

Ia mencontohkan komoditas kopi Manggarai yang memiliki nilai tambah tinggi jika dikelola dan dikemas dengan baik.

“Kalau kopi dijual mentah harganya sekitar Rp100 ribu, tapi kalau dikemas bisa Rp800 ribu bahkan menembus pasar luar negeri,” jelasnya.

Melki juga menegaskan ekosistem UMKM di NTT kini semakin siap, mulai dari akses permodalan KUR hingga Rp500 juta, pendampingan teknis, literasi keuangan, dan dukungan akses pasar.

“Kalau kita tidak masuk dalam rantai produksi dan distribusi, maka orang lain yang akan menguasai pasar. Potensi ini harus kita kelola bersama,” tutupnya.***

error: Content is protected !!