KUPANG, HN – Pemerintah Kota Kupang di bawah komando Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakilnya Serena Francis menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai pusat pelayanan terpadu untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan di satu lokasi.
MPP merupakan inovasi terbaru yang digagas Pemkot Kupang untuk mengubah wajah birokrasi lewat inovasi unggulan Beres dan Pasti (BESTI) yang di wujudkan lewat dua pilar utama, yakni pelayanan integrasi dan pelayanan ekosistem
MPP memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Kupang untuk mendapat layanan publik yang nyaman dengan akses yang cepat.
Melalui MPP, warga bisa mengurus berbagai layanan dalam satu kali kunjungan tanpa harus berpindah tempat.
Di lokasi itu, disiapkan juga ruang tunggu yang nyaman serta loket dari berbagai instansi yang siap melayani warga mulai pagi hingga siang hari.
MPP terbuka bagi instansi mana saja yang ingin bergabung dalam rangka percepatan dan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.
Kepala Dinas DPMPTSP Kota Kupang, Wildrian Andre Ronald Otta mengatakan, Mal Pelayanan Publik (MPP) dirancang agar seluruh proses layanan publik dapat diurus secara terintegrasi.
“Konsepnya sederhana, contohnya warga yang mengurus NIK bermasalah untuk Bansos atau mengurus SIM dengan BPJS yang belum aktif, bisa langsung diselesaikan di satu tempat,” ujar Andre Otta, Kamis 20 November 2025.
Menurut dia, MPP juga sedang menyiapkan integrasi nomor antrean via WhatsApp Business yang dilengkapi AI tools dan sistem tracing dokumen.
“Orang cukup ambil nomor dari WhatsApp. Sistem menjembatani aplikasi A ke aplikasi B, lalu memberi estimasi waktu kapan harus datang,” jelasnya.
Tak hanya menunggu warga datang, MPP juga mendatangi warga lewat layanan BESTI di Car Free Day dan event Saboak di Taman Nostalgia (Tamnos).
MPP kini memiliki banyak jenis layanan dari 20 instansi yang ada di Kota Kupang, termasuk layanan konsultasi DP3A untuk isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan konseling keluarga.
Sisi paling humanis dari MPP ini justru tampak di fasilitas – fasilitas yang jarang ditemukan di kantor pemerintah daerah lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ada ruang Curhat BESTI, yaitu wdah aman untuk aduan rumah tangga, kasus kekerasan perempuan-anak, hingga masalah investasi.
Playground yang Terapetik. Bukan sekadar tempat bermain, tetapi juga fasilitas bagi konselor untuk mendampingi anak anak yang introvert.
Ruang Laktasi juga merupakan area khusus yang disediakan bagi ruang pribadi di mana ibu yang sedang menyusui bisa menyusui balitanya.
Selain itu ada Mushola, fasilitas ibadah yang menurut Andre merupakan satu-satunya di kantor layanan publik pemerintah di Kota Kupang.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyebut inovasi ini lahir dari kesadaran untuk meningkatkan pelayanan publik sehingga bisa dirasakan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Kupang.
Menurut dia, lewat program Beres dan Pasti (BESTI), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) siap melayani warga Kota Kupang dengan sepenuh hati.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang bukan hanya efisien tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan,” jelas Chris Widodo belum lama ini.
MPP merupakan integrasi pelayanan dari berbagai instansi yang hadir dalam satu tempat. Berikut beberapa instansi yang sudah bergabung di MPP Kota Kupang, diantaranya DPMPTSP Kota Kupang, PDAM Kota Kupang, BPOM dan KKP Pratama.
Ada juga Bapenda Kota Kupang, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Dukcapil Kota Kupang, Bank NTT, KPP Pratama Kota Kupang, ATR BPN Kota Kupang, PT. Pos Indonesia, Polresta Kupang Kota, Samsat Kota Kupang, dan Dinas Sosial Kota Kupang.
Masyarakat, kini bisa mendapatkan layanan dari dinas-dinas tersebut dalam satu tempat yaitu di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang.
Wamendagri Apresiasi MPP Kota Kupang
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi berbagai inovasi layanan publik yang digagas Pemkot Kupang, karena dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang ramah dan inklusif bagi masyarakat.
Bima Arya mengatakan itu saat meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa 14 Oktober 2025 lalu.
MPP Kota Kupang, kata dia, memiliki suasana pelayanan yang nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat.
Ia menyebut, keramahan petugas merupakan poin utama dalam memberikan pelayanan publik yang tidak hanya efisien, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan warga.
Bima juga mengapresiasi sejumlah inovasi layanan publik yang dikembangkan Pemkot Kupang. Ia menilai terobosan-terobosan tersebut mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan warga.
“Saya apresiasi Pak Wali ceritakan tentang beberapa inovasi. Ada dua yang saya dengar, yaitu layanan BESTI. BESTI ini Beres dan Pasti curhat warga, karena perlu sekarang warga untuk didengar masalah, problematika-problematika kehidupannya,” pungkasnya.***

