KUPANG, HN – Siloam International Hospitals (Siloam) berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional melalui penyelenggaraan Simposium & Workshop Medis “Lentera Urology II: Advanced Collaboration in Urology” di Kupang, Sabtu 1 November 2025.
Kegiatan ilmiah ini diikuti ratusan dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis dari berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya.
Simposium ini merupakan kolaborasi antara Siloam Hospitals Kupang, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTT, dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) NTT.
Tujuannya untuk memperbarui wawasan tenaga medis sekaligus memperkuat jejaring profesional di bidang urologi, yang semakin penting di tengah meningkatnya kasus gangguan ginjal dan saluran kemih di Indonesia.
Gangguan seperti gagal ginjal kronik, batu ginjal, kanker prostat, dan kelainan genitalia pada anak kini menjadi tantangan medis serius.
Data nasional menunjukkan prevalensi penyakit ginjal kronik meningkat dari 0,38% menjadi 3,8%, dengan lebih dari 134 ribu pasien menjalani cuci darah atau hemodialisis rutin di Indonesia.
Di sisi lain, kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker terbanyak pada pria, sementara kelainan urologi pediatrik juga menuntut pendekatan multidisipliner dan rekonstruktif yang kompleks.
Simposium ini dibuka oleh Direktur Siloam Hospital Kupang, drg. Goei Sian Tjoe, bersama Angelia Agustine, Associate Director Commercial Siloam.
Turut hadir Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Marlion Elim, MH., Sp. FM., dan Ketua IAUI NTT, dr. Eric S. Hutauruk, Sp.U.
Direktur Siloam Hospital Kupang, drg. Sian Tjoe, menyebut kegiatan simposium bertujuan untuk memperbaharui wawasan dan kompetensi para tenaga medis di bidang urologi, sekaligus memperkuat jejaring profesional antar dokter di wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Jadi Siloam Hospital Kupang berkomitmen menjadi wadah kolaborasi ilmiah yang mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, sejalan dengan standar nasional dan internasional,” jelasnya.
Menurutnya, Siloam Hospital Kupang memegang peran strategis sebagai regional medical hub di kawasan timur Indonesia.
“Melalui dukungan Siloam Internasional Hospital, Kupang jadi titik distribusi kompetensi, teknologi, dan layanan unggulan yang memperluas jangkauan akses kesehatan berkualitas,” ungkapnya.
Associate Director Commercial Siloam, Angelia Agustine menyebut simposium yang digelar merupakan bagian dari strategi Siloam untuk mendistribusikan kompetensi medis berstandar tinggi secara merata hingga ke wilayah timur Indonesia.
Menurut Angelia Agustine, Siloam Hospital memiliki peran strategis untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan berjenjang.
“Kami ingin memastikan tenaga medis di berbagai daerah memahami dan mampu menerapkan prosedur high-advanced yang selama ini banyak dikenal di kota besar,” jelas Angelia.
CEO Siloam Hospital Kupang, Yorin Anggari mengatakan, urologi menjadi salah satu bidang dengan tingkat kasus yang terus meningkat di Indonesia, seperti gagal ginjal kronik, batu ginjal, dan kanker prostat.
“Siloam Kupang ingin menghadirkan edukasi klinis agar tenaga medis di daerah mampu menangani kasus-kasus itu secara komperhensif sesuai dengan clinical pathway dan best practice terkini,” jelasnya.
Head of Refferal Siloam International Hospitals, Martinus Jarman menyebut kolaborasi antara Siloam Hospital Group, Siloam International Hospitalsy dan Siloam Hospitals ASRI merupakan bagian dari strategi dalam pemerataan layanan berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.
“Siloam Hospital Kupang menjadi tuan rumah dan pusat kolaborasi di wilayah timur, sementara Siloam Hospital ASRI berbagi keunggulan klinis dan teknologi muktahir dalam bidang urologi, khususnya transplantasi ginjal,” jelas Martinus.
Menurut dia, kehadiran Siloam Hospital ASRI menegaskan keberhasilan jaringan Siloam dalam melaksanakan lebih dari 480 prosedur transplantasi ginjal dengan tingkat keberhasilan 97 persen, setara dengan standar European Renal Association (ERA).
“ASRI menjadi role model dalam pengembangan layanan transplantasi di Indonesia, dan Siloam Kupang berkomitmen menyiapkan kapasitas daerah menuju ke arah yang sama,” ungkapnya.
CEO Community Generalist, dr. Irwan Gandana, menyebut simposium yang digelar memberikan akses pembelajaran langsung dari para pakar nasional, untuk memperkuat jejaring antar dokter.
“Selain itu untuk menumbuhkan kepercayaan diri tenaga medis NTT dalam menangani kasus urologi kompleks tanpa harus rujuk ke kota besar. Ini merupakan langkah nyata pemerataan kompetensi medis,” jelasnya.
Head Office Clinical Strategy and Innovation Director, Yanti Mayasari mengatakan, Siloam International Hospitals berkomitmen menghadirkan layanan urologi berstandar internasional yang merata di seluruh jaringan rumah sakitnya.
“Fokus kedepan adalah mengembangkan transplant-ready Hospitals yang mampu memberikan harapan baru bagi pasien gagal ginjal di seluruh Indonesia,” ujar Yanti.
Menurut dia, simposium merupakan pijakan penting menuju kesiapan daerah dalam mengembangkan layanan transplantasi ginjal.
“Melalui pembinaan berkelanjutan dan knowledge sharing dari Siloam Hospitals ASRI, Siloam Kupang diharapkan dapat menjadi bagian dari jejaring pelayanan transplantasi ginjal nasional,” jelasnya.
Yanti menyebut Siloam berkomitmen memperluas kehadiran dokter subspesialis, memperkuat infrastruktur medis, serta memperbanyak kegiatan ilmiah lintas agama.
“Dengan 41 rumah sakit dan lebih dari 2000 dokter spesialis, Siloam terus menghadirkan pelayanan berstandar international yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Simposium ini juga menghadirkan beberapa pakar urologi terkemuka Indonesia di berbagi wawasan klinis dan inovasi terbaru.
Sesi pertama dibuka Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K) dari Siloam Hospitals ASRI, yang memaparkan perkembangan teknik transplantasi ginjal di Indonesia serta pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperluas akses pasien gagal ginjal terhadap layanan transplantasi.
“Transplantasi ginjal bukan hanya solusi medis, tetapi juga harapan hidup bagi pasien gagal ginjal kronis. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi meningkatkan jumlah transplantasi dalam negeri,” ujarnya.
Topik berikutnya dibawakan Prof. Dr. dr. Irfan Wahyudi, SpU(K), yang menyoroti penanganan kelainan genitalia pada anak melalui deteksi dini dan kerja sama multidisipliner.
“Kelainan ini tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis. Edukasi masyarakat menjadi sangat penting agar penanganan dilakukan sedini mungkin,” jelasnya.
Dari Siloam Hospitals Kupang, dr. Eric S. Hutauruk, SpU membahas pentingnya penerapan panduan klinis nasional dalam tatalaksana batu ginjal kompleks.
“Konsistensi mengikuti pedoman akan meningkatkan keberhasilan tindakan dan kualitas hidup pasien,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. dr. Rainy Umbas, SpU(K), Ph.D dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) menutup sesi ilmiah dengan paparan mengenai inovasi diagnostik dan terapi kanker prostat, mulai dari pemanfaatan MRI fusion biopsy hingga robotic surgery.
Kehadiran para pakar nasional, simposium ini menjadi wadah berbagi ilmu sekaligus memperkuat kolaborasi antar institusi untuk memperluas akses layanan urologi bermutu hingga wilayah timur Indonesia.
Melalui penyelenggaraan simposium ini, Siloam berharap dapat memperkuat jejaring kolaboratif antar tenaga medis di seluruh Indonesia serta mendorong transformasi layanan urologi nasional, dari pusat kota hingga daerah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Siloam untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Diketahui, Siloam memiliki jaringan 41 rumah sakit di 30 kota, dan terus memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas melalui kehadiran dokter subspesialis dan fasilitas medis modern.
Sebagai bukti komitmen terhadap mutu layanan di bidang urologi, Siloam Hospitals ASRI Jakarta baru-baru ini meraih penghargaan internasional “Tertiary Hospital of the Year Indonesia (Kidney Transplant)”.
Keberhasilan Siloam Hospitals ASRI dalam melaksanakan lebih dari 480 prosedur transplantasi ginjal menegaskan posisi rumah sakit ini sebagai salah satu pusat layanan urologi terdepan di Indonesia.
Dengan tingkat kelangsungan hidup pasien satu tahun (one-year survival rate) mencapai 97,1% dan tingkat kelangsungan fungsi ginjal (one-year graft survival rate) mencapai 98,3%.
Hasil ini setara dengan standar yang ditetapkan oleh European Renal Association (ERA), dimana hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa layanan urologi nefrologi berstandar internasional kini dapat dikembangkan dan dibagikan ke seluruh jejaring rumah sakit Siloam.***

