KUPANG, HN – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta para jemaah haji asal NTT yang baru kembali dari Tanah Suci agar menjadi teladan dalam menjaga toleransi, serta ikut berperan aktif mengatasi persoalan sosial seperti kemiskinan, stunting, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah NTT.
Melki mengatakan itu saat menyambut kedatangan jemaah haji asal NTT tahun 1446 H/2025 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat 4 Juli 2025 malam.
Jemaah Haji NTT yang sudah kembali tergabung dalam kloter 64 dan 75. Untuk kloter 75, mereka bersama dengan Jemaah Haji asal Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Menurut Melki, Jemaah Haji yang baru pulang harus bisa jadi pelopor untuk mewujudkan Islam rahmatan lil ‘Alamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di NTT.
Selain itu, kata dia, para Jemaah juga diminta memberikan sumbangsih pikiran dan tindakan dalam berbagai persoalan yang terjadi di NTT.
“Saya harap bapa mama semua dapat menjadi teladan dan panutan dalam berkata santun (thayyibul kalam), menebarkan kedamaian (ifsya’us salam), serta memiliki kepedulian sosial (ith’amut tha’am),” jelasnya.
Dia menyebut, menjadi Haji Mabrur dan Mabruroh, kiranya dapat lebih berperan aktif untuk menjaga toleransi, hargai perbedaan, serta mengentaskan berbagai persoalan yang terjadi di NTT.
“Seperti kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, stunting, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta berbagai masalah lain yang ada di NTT,” ungkapnya.
Melki Laka Lena juga mengajak para Jemaah Haji yang hadir untuk berdoa bagi lima Jemaah Haji asal NTT yang meninggal dunia dalam pelaksanaan ibadah Haji.
“Mari kita tundukan kepala, berdoa bagi Jemaah Haji yang telah pergi mendahului kita dalam tugas ibadahnya. Semoga mereka diberi tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama NTT, Reginaldus Serang dalam laporannya menyebut jumlah Jemaah Haji asal NTT yang tiba itu kloter 74 dan 75.
“Total Jemaah Haji yang tiba di Debarkasi Surabaya sebanyak 612 jemaah Haji. 1 Jemaah Haji meninggal sebelum berangkat ke Tanah suci di RS Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan 4 meninggal di tanah suci,” jelasnya.
Awalnya, kata dia, jumlah Jemaah Haji NTT yang berangkat tahun ini sebanyak 668, kemudian 54 jemaah mutasi ke luar provinsi, dan mutasi ke NTT ada 2 jemaah Haji.***

