Proyek Rumah Warga Eks Timor Timur di Kupang Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

KUPANG, HN – Proyek pembangunan rumah untuk warga eks Timor-Timur di Kelurahan Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikerjakan PT. Yodya Karya, saat ini menjadi sorotan publik.

Proyek itu diduga tidak memenuhi spesifikasi. Hal ini memicu polemik dan kekhawatiran, terkait kualitas dan keandalan rumah yang sedang dibangun.

Informasi yang beredar di platform media sosial telah memicu reaksi keras dengan tuntutan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap proyek tersebut.

Keluhan utama yang disampaikan adalah ketidaksesuaian material dengan rencana kerja dan syarat teknis yang seharusnya dipatuhi.

BACA JUGA:  Santri Dukung Ganjar Borong Dagangan Pedagang Sayur di Kota Kupang

Tidak hanya itu, netizen juga mencurigai penggunaan rangka plafon berbahan material holo yang seharusnya berukuran 40 x 40 dengan kombinasi 40 x 20.

Namun, dalam pantauan lapangan, ukuran yang digunakan berbeda, yaitu 35×30 dan 35×15. Selain itu, panel papan gypsum yang harusnya menggunakan merk Knaff, Jayaboard, atau Elephan, di lapangan ditemukan menggunakan merek Aplus.

Menghadapi permasalahan ini, Riswan Mattotorang, selaku Direktur PT Yodya Karya, diminta segera melakukan peninjauan kembali di lokasi proyek guna memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:  AWSTAR Siap Lawan ‘Pengganggu’ KTT ASEAN Labuan Bajo

Pantauan media di lokasi, mengungkapkan proyek pembangunan rumah ini melibatkan beberapa perusahaan yang memiliki bidang keahlian masing-masing.

Tampak beberapa rumah telah dibangun dengan ukuran sekitar 36 meter. Namun saat hendak di konfirmasi, para pekerja menolak dan meminta untuk hubungi Riswan.

Namun, saat wartawan hendak mengonfirmasi permasalahan ini, para pekerja di lokasi proyek tampaknya enggan memberikan penjelasan dan meminta untuk menghubungi Riswan.

BACA JUGA:  Orang Muda Ganjar Bantu Perbaiki Jalan Raya di Ende

Karena, saat itu Riswan Mattotorang yang adalah Direktur PT. Yodya Karya tidak berada di lokasi proyek.

“Pak Riswan nya belum datang,” kata salah satu pekerja di lokasi proyek, Kamis 19 Oktober 2023.

Awak media juga coba menghubungi nomor kontak Riswan, namun diblokir untuk semua panggilan.

Hingga berita ini dilansir, Direktur PT Yodya Karya, Riswan Mattotorang belum berhasil dikonfirmasi. ***

error: Content is protected !!