Bank NTT dan Pemprov Siapkan 3000 Siswa SMA-SMK untuk Belajar dan Kerja di Jerman

KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Bank NTT bersinergi menyiapkan 3000 siswa SMA-SMK untuk belajar dan kerja di Jerman.

Program yang digagas Gubernur Viktor Bungtilu Laiksodat ini kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU antara Pemprov NTT dan Direktur Global Catalyst, Kinan Anindita.

Hal itu merupakan wujud komitmen dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Bank NTT untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia atau SDM di NTT.

Sebagai bank daerah, Bank NTT tentu selalu mendukung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk membangun sektor pendidikan di NTT.

Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat mengatakan, pendidikan vokasi yang diharapkan adalah bagaimana sumber daya dan kekayaan alam di NTT mampu dikelola sendiri, tanpa melibatkan pihak asing.

BACA JUGA:  Kampus Harus Terlibat Kembangkan Potensi Daerah NTT

Menurut Gubernur Viktor, Provinsi NTT sangat kaya akan energi baru terbarukan (EBT), panas bumi, angin dan arus laut. Dan semua kekayaan itu tidak mungkin dikerjakan pihak asing.

“Sehingga vokasi yang mau didorong ini, kedepan kita bisa kerjakan semua kekayaan alam ini secara sendiri dari ilmu yang mereka pelajari. Karena kekayaan ini akan menjadi isu besar dunia,” ujar Gubernur Viktor, Selasa 2 Mei 2023.

Dia menambahkan, dengan adanya pendidikan vokasi maka para siswa akan dilatih bekerja dan akan kembali mengelola kekayaan alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jadi Ini adalah kesempatan bagaimana kita bisa bekerjasama dalam rangka membangun SDM di Provinsi NTT,” pungkas Guberbur Viktor.

BACA JUGA:  Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini Penjelasan Kadis Pendidikan NTT

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi menjelaskan, lulusan SMA dan SMK di Provinsi NTT akan diberdayakan melalui pendidikan vokasi berbasis industri nasional.

“Jadi pemberdayaan ini ditandai dengan MoU antara Gubernur Viktor Laiskodat dan Direktur Global Catalyst Kinan Anindita,” ungkap Linus Lusi.

“Program ini dikhususkan bagi tamatan SMA dan SMK di NTT yang berusia 18 hingga 35 tahun, dengan tujuan untuk medukung SDM milenial dalam kegiatan kerja ke depan,” jelas Linus menambahkan.

Linus menambahkan, semua peserta program untuk tahap pertama akan dikirim sebanyak 3000 orang, dan tahap kedua di tahun 2024 dikirim 500 orang.

BACA JUGA:  Pengurus PSSI NTT Periode 2021-2025 Resmi Dilantik

“Waktu kerjasama dilakukan selama 4 tahun, dan akan diperpanjang setelah melakukan tahap evaluasi. Para peserta akan dikirim pada bulan Januari hingga Juli 2024 nanti,” pungkasnya.

Direktur Global Catalyst, Kinan Anindita mengatakan, pihaknya sebagai diaspora NTT di Jerman hanya ingin meningkatkan mutu pendidikan masyarakat Indonesia, khusunya NTT.

“Jadi ini kita memfasilitasi siswa NTT untuk mengakses peluang di Jerman, serta menjamin kesempatan kerja bagi para siswa,” ungkapnya.

Kinan optimis program yang dijalankan bisa menghasilkan manfaat SDM dan kontribusi positif bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya ucapkan terima kasih bagi semua pihak yang sudah berkontribusi. Semoga ini jadi titik awal kemajuan pendidikan di NTT,” tandasnya.***

error: Content is protected !!