BNI Catat Laba Rp20 Triliun Sepanjang 2025, NPL Turun Jadi 1,9 Persen

JAKARTA, HN – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-80, BNI catat laba bersih sebesar Rp20 triliun dengan kualitas aset yang semakin membaik.

Pencapaian itu merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan BNI untuk memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi bisnis, serta memperluas kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat fondasi perusahaan agar mampu menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan baru.

“Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan. Dengan fundamental yang semakin kuat, BNI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional,” ujar Paolo.

BACA JUGA:  RUPST BNI Sepakat Bagikan Dividen Rp13 Triliun dari Laba Rp20 Triliun

Paolo menjelaskan, transformasi dilakukan di seluruh lini bisnis, mulai dari penguatan layanan digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, hingga penguatan manajemen risiko.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang BNI yang juga sejalan dengan penguatan tata kelola BUMN melalui Danantara Indonesia yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang.

Di sisi digital, BNI terus mengembangkan aplikasi wondr by BNI sebagai platform layanan perbankan ritel. Hingga akhir 2025, aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 12 juta nasabah.

Meningkatnya aktivitas transaksi melalui wondr by BNI turut mendorong pertumbuhan tabungan ritel sekaligus memperkuat penghimpunan dana murah atau CASA.

BACA JUGA:  Kajari Kota Kupang Apresiasi Program Siskeudes Online Bank NTT

Pada segmen wholesale banking, BNI juga memperkuat layanan BNIdirect yang menyediakan berbagai layanan transaksi bisnis, mulai dari cash management, trade finance, bank guarantee hingga supply chain financing.

Sepanjang 2025, jumlah pengguna maupun nilai transaksi BNIdirect meningkat lebih dari 25 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan giro korporasi sekaligus memperkuat kualitas layanan bagi nasabah bisnis.

Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun. Di saat yang sama, kualitas aset terus membaik dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto turun menjadi 1,9 persen.

Sementara itu, indikator risiko kredit Loan at Risk (LaR) juga membaik menjadi 8,5 persen, menunjukkan kualitas portofolio kredit yang semakin sehat.

Per akhir Mei 2026, total aset BNI tercatat mencapai Rp1.365,36 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.063,92 triliun.

BACA JUGA:  Beberkan Kinerja Bank, Dirut Alex Sebut Aset Bank NTT Tumbuh Hingga 97,47 Persen

Pada periode yang sama, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp9,05 triliun dengan posisi permodalan yang tetap kuat. Total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp160,99 triliun.

Menurut Paolo, fondasi bisnis yang semakin kokoh menjadi modal utama BNI untuk terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, masyarakat, hingga perekonomian nasional.

“Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” katanya.

BNI menegaskan akan terus melanjutkan agenda transformasi sejalan dengan semangat HUT ke-80 bertema Swadharma Bhakti Nagara dan slogan “Terus Mengabdi untuk Terus Melayani”.***

error: Content is protected !!